PIPS 7: APISI dan UPH

Seminar dan Pelatihan
Kemelekan Informasi: keberlangsungannya dari sekolah ke perguruan tinggi


BACKGROUND
Salah satu program perpustakaan sekolah yang saat ini sedang marak perkembangannya di berbagai belahan dunia adalah penerapan ketrampilan kemelekan informasi atau information literacy. Ketrampilan kemelekan informasi merupakan ketrampilan yang sangat strategis dalam membekali peserta didik untuk menjadi pembelajar seumur hidup seperti yang tercantum dalam Manifesto IFLA/UNESCO.
Kenyataan bahwa dunia perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi yang saat ini gencar menerapkan pengajran ketrampilam kemelekan informasi, memicu sebuah pemikiran untuk menjajaki kemungkinan penerapan kemelekan informasi yang bersinergi. Tujuannya, agar proses pembelajaran peserta didik akan ketrampilan kemelekan informasi dapat meningkat dari level sekolah ke perguruan tinggi.
Maka tercetuslah sebuah ide untuk mempertemukan pustakawan perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi untuk bertemu dan saling memahami bagaimana pengajaran ketrampilan kemelekan informasi ini menjadi sebuah pengajaran yang berkesinambungan dari sekolah ke perguruan tinggi. Dengan demikian, ketrampilan kemelekan informasi peserta didik yang diterima saat mereka duduk di bangku menengah dapat menjadi sebuah landasan yang kuat, baik saat mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, maupun saat mereka ingin belajar mandiri.
Acara Seminar dan Pelatihan ini diharapkan dapat membuka sebuah wacana pembelajaran dalam penerapan ketrampilan kemelekan informasi yang berkesinambungan di sekolah dan universitas.


TUJUAN:
1. memberi wawasan bagi pustakawan akademisi tentang trend situasi komunitas global dalam percepatan perolehan informasi lewat teknologi informasi
2.memberi wawasan bagi pustakawan sekolah dan pustakawan universitas tentang pelaksanaan pendidikan ketrampilan kemelekan informasi bagi peserta didik dan mahasiswa
3.memberi kesempatan berdiskusi bagi pustakawan akademisi untuk mensinergikan penerapan ketrampilan kemelekan informasi dari sekolah ke universitas
4. memberi masukan kepada sekolah perpustakaan tentang kualifikasi yang diperlukan bagi pustakawan akademisi
5. memberi ketrampilan dasar kemelekan informasi bagi para pustakawan akademisi



TEMPAT :
Kampus UPH Karawaci
Jl. M. Thamrin Boulevard
Lippo Karawaci 15811
Tangerang, Banten, INDONESIA

Waktu:
Senin - Rabu
10 - 12 Desember 2007
Menara UPH, Lippo Karawaci

Untuk informasi acara lebih detail, klik di sini
Untuk biaya dan akomodasi, klik di sini

Ucapan Selamat Ulang Tahun APISI datang dari:

James Henri
President: IASL
Chair: IFLA Section School Libraries and
Resource Centers Associate Professor: The University of Hong Kong

"Congratulations to all those involved in the formation of APISI and to the hard working and visionary group who have chartered a successful path through the first year. I look forward to hearing of your continuing success in the years ahead.
Best wishes,"


Gerald R. Brown, Honorary Ambassador
International Association of School Librarians
Co-ordinator, IASL Special Interest Group - International Development
3403 - 55 Nassau Street North
Winnipeg, Manitoba R3L 2G8 CANADA

e-mail:
browner1@mts.net

"Greetings to friends in APISI.
It is wonderful to hear that you have been organized for a full year already.
It is great that you are having professional development functions that will draw the members together.
As we become stronger as a team, then we can send out a "united message".
The message explains that the learning needs of children are the focus for all our work. That is what drives the quality school library and information service programs in every part of the nation. The school library then becomes an integral part of the whole learning community. It becomes more than a room, books, computers and a service agent. We can show that teaching and learning are the roots for a quality school library program. Become strong advocates for the 'integrated approach to cooperative planning and teaching in a resource rich environment"! Reading is fun. Learning is fun. Helping others learn how to learn is rewarding. Developing the skills of discovery, critical thinking, and synthesis will give your students and teachers life-long learning opportunities. We hope you will continue to send messages to IASL, so that members in the rest of the world will also enjoy your successes.
Continue to be strong and united advocates for change,
growth and maturity as quality professionals in Indonesia.
All the best"




Diao Ai Lien
(UNIKA ATMAJAYA, Jakarta):
You've done great jobs
"Make more programs for headmasters
Facilitate apprenticeship, library automation with open source system
Student-centered learning cannot be done without libraries
Information literacy is a must, and its development requires collaboration between librarian-teacher-parents
Collaborate with university libraries
(more than five school librarians came to Atma Jaya for their field work)
GBU"


Elizabeth Greef
St Andrew's Cathedral School Library, Australia
egreef@sacs.nsw.edu.au
Former Regional Director for Oceania, IASL

"Congratulations to the members of APISI on the anniversary of your association. The blogspot provides an excellent forum for sharing ideas and resources among members in Bahasa Indonesian. I particularly enjoyed viewing the photo album pages of professional meetings and celebrations such as World Book Day. It is wonderful that you are promoting the great cause of school libraries with their associated gains in student literacy and achievement. Very Best wishes for the years to come..."



Francisca Messakh,
Senior Librarian, SPH Karawaci

"Bravo untuk kehadiran APISI : Pustakawan sekolah jadi sangat terbantu dengan pencerahan dan sharing ilmu dari Pustakawan2 sekolah yang advance ……

Acara-acara APISI cukup up-to-date, tapi sayangnya kadang terlalu banyak (beragam), jadi numpang saran, kedepannya dalam membuat acara (apalagi kalau hanya 1 hari) cukup 2-3 topik saja (jadi dapat lebih detil)"



Didik Witono
Pustakawan : Matari Advertising Library
Presiden Komunitas Athenaeum Light Indonesia

" Sejak pertama kali lahir 1 tahun lalu, pergerakan kawan-kawan APISI telah
memberi warna dan inspirasi baru, bahwa usaha memajukan perpustakaan
sekolah bisa dimulai dari yang sederhana dengan swadaya tanpa harus banyak menunggu. Ini sangat terlihat dari berbagai kegiatan APISI yang berkelanjutan dan seolah ingin berkata...jangan pernah berhenti.. "



Hilda Putong
Pustakawan STT INTIM Makassar
Sekretaris Forum of Asian Theological Librarians
Country Representative For ATL for Indonesia


"Dear Bu Hanna dkk Pengurus serta Anggota APISI,
Congratulation for your 1st anniversary and success for your all programs to development the school librarians and libraries in Indonesia.
Regards,"



Rashidah Begum bt Fazal Mohamed,
former Chair, Asia and Oceania
Section, International Federation of Library Associations and
Instituitions / Library Adviser Kolej Disted Stamford, Penang, Malaysia


"Meskipun baru berusia satu tahun, APISI telah melakukan beragam kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran akan penting dan bernilainya perpustakaan sekolah di Indonesia yang diurus secara profesional. Secara khusus saya terkesan dengan kolaborasi dan hubungan yang dikembangkan oleh APISI dengan para guru, penjual dan penerbit buku karena mereka adalah rekan kerja yang penting untuk
membantu APISI mewujudkan tujuannya"



Rajen
Specialist, Learning and Development
National Library Board, Singapore
"I have had the opportunity to interact with 4 members of APISI who visited Singapore during this year. They were Ms Hanna, Dewi and Chino and Mr Em.
During my conversations with them they showed great motivation and dedication to the association.
They shared some of their future plans including a proposed Information Literacy Conference in 2008.
I want to congratulate the new-found organisation on their efforts and progress made thus far.
Creating and association is like a child:
we have to feed it nurture it and keep it growing.
So all my best wishes to APISI
Regards,"

[posted by hl]

Selamat Ulang Tahun ke-Satu, APISI!

Tanggal 26 Agustus 2007, APISI genap berusia satu tahun. Kami masih ingat bagaimana situasi pembentukan asosiasi ini, tahun lalu, si Bogor. Seru!. Tak terasa, satu tahun sudah bergulir. Kami ingin berbagi sedikit kegiatan yang sudah lewat, setahun ke belakang....

Pengurus dan Keorganisasian
Sejak APISI terbentuk di Bogor, pekerjaan nomor satu sang ketua terpilih adalah membentuk kepengurusan. Ternyata tidak mudak memilih personil kepengurusan. Butuh waktu kita-kita tiga bulan sampai akhirnya pengurus benar-benar fiks. Namun, pada usia-nya yang masih dini ini, ternyata kepengurusan pun mengalami pasang surut. Ada yang mundur di tengah jalan. Tak mengapa…ini merupakan proses pembelajaran tiap-tiap orang dan juga APISI sendiri.

Perumusan keorganisasian yang menyangkut nilai hukum-pun kami jalani dengan sabar dan sesuai dengan situasi dana yang ada, pas-pasan. Saat ini notaris kami masih terus mengerjakan proses pem-badan-hukum-an APISI.

Program Kerja 2006-2007
Sejak berdirinya, APISI sudah menjalankan beberapa program kerja yang intinya masih mengacu pada visi dan misi. Untuk menciptakan dunia kepustakawanan sekolah yang lebih bergairah, maka melalui proses pengembangan diri yang menunjukkan eksistensi profesionalisme pekerja informasi sekolah telah kami wujudkan dalam beberapa program yaitu:
- 2006, 19 dan 20 September
o Seminar Perpustkaan Sekolah Indonesia, yang terselenggara bekerja sama APISI dan FPSI, dibawah payung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Tema; Penerapan Literacy Informasi dan Software Perpustakaan Sekolah.

- 2006, November 13 dan 14
o Partisipasi dalam pembentukan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan Indonesia di Bali
o Nara sumber dan Fasilitator untuk Penerapan Literasi Informasi di BALI yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI.

- 2007, 10 Maret:
o PIPS 4 dengan tema: Berburu Bacaan Anak Bahasa Indonesia bertempat di MP Bookpoint, Cilandak, Jakarta.

- 2007, 3 dan 14 April:
o PIPS 5 dengan tema: Penerapan Literasi Informasi dan Software Perpustakaan Sekolah di UK Petra, Surabaya.

- 2007, Maret dan Mei
o Training software Athenaeum Light.

- 2007, Juli 9, 11, 13 dan 20
o Pembinaan pengurus Creative Writing oleh Pak Putu L Pendit dengan dukungan penuh dari The British International School, Jakarta.

- 2007, 17 dan 18 Agustus
o Outing pengurus di Bogor

Program Kerja 2007-2008
Saat ini, program kerja 2007-2008 sedang digodok. Masih dengan semangat promosi profesionalisme pekerja informasi sekolah, khususnya dalam penerapan kemelekan informasi (information literacy), APISI akan mengunjungi daerah – daerah di Indonesia.

Adapun Rencana program kegiatan APISI tahun 2007 – 2008 adalah:

- 2007, 8 September
o PIPS 6 :Kolaborasi Guru dan Pustakawan Sekolah di Sekolah Al-Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan.

- PIPS 7: APISI dan UPH Karawaci tanggal 10 –13 Desember

- PIPS 8 : APISI di Medan tanggal (tentative) 16 Februari 2008

- PIPS 9: APISI di Makassar tanggal (tentative) 27, 28, 29 Maret 2008

- Indonesian Workshop on Information Literacy (Indonesia WIL) tanggal 8 - 12 Juli 2007 di Bogor (tentative). Acara ini mendapat dukungan dari ALP/IFLA

Harapan
Langkah ke depan, APISI sangat berharap terbinanya suatu jaringan kerjasama dengan organisasi, asosiasi, lembaga pedidikan, penerbit maupun CSR yang mempunyai visi dan misi yang sama. Bersama kita maju semakin kuat untuk melangkah.
(posted by HL)

Peta ke Lokasi PIPS-6 : Sekolah Al-Ikhlas



Untuk yang naik kendaraan umum, berikut angkutan yang bisa digunakan:


dari Blok-M naik Metromini 610 (Blok-M-Pd.Labu) atau 79 (Blok-M-Lebak Bulus) turun di D-Best. Lalu naik S11, turun di perempatan pertama, Jl. Cipete 3 atau bilang saja Al-Ikhlas.


dari Lebak Bulus, nak angkot S11, turun di Jl. Cipete 3, bilang saja di Al-Ikhlas


dari Kampung Rambutan. Naik Kowanbisata 509 atau Metromini 76. Turun di perempatan lampu merah fatmawati. Kemudian Nyebrang ke arah Citos, lalu naik angkot merah 01 (Pondok Labu-BlokM), turun persis di depan Al-Ikhlas.

PIPS ke- 6 di Sekolah Al-Iklas

Dalam rangka perayaan HUT-nya yang pertama, APISI akan mengadakan PIPS ke 6. Kali ini APISI ingin mengajak para pendidik untuk duduk bersama dan berkolaborasi dalam rangka meningkatkan pelayanan perpustakaan bagi komunitas sekolah.
Pastikan kehadiran rekan-rekan di acara ini ya!!!
Berikut ini informasi detailnya.
-------------------------------
Perpustakaan sekolah seringkali tidak termanfaatkan dengan optimal. Hal ini disebabkan karena cara pandang masyarakat sekolah yang sekedar menganggap perpustakaan sebagai sebuah sarana. Sebagai penyedia sumber belajar, seharusnya Perpustakaan Sekolah juga menyediakan lingkungan yang memungkinkan sumber-sumber tersebut terberdayakan. Untuk itu, pustakawan sekolah dituntut untuk ikut melibatkan diri dalam kegiatan penggunanya.
Pengguna terbesar di perpustakan sekolah adalah siswa. Siswa adalah sasaran utama dari fungsi perpustakaan sekolah. Bagus tidaknya sebuah perpustakaan sekolah dapat dilihat dari cara siswanya memanfaatkannya. Siswa tentu saja sangat bergantung dengan aktivitas yang dilakukan guru. Seringkali guru sendiri tidak paham cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah. Hal ini seringkali menjadi hambatan bagi perpustakaan sekolah untuk berkembang. Di lain pihak pustakawan sekolah juga tidak tahu bagaimana ia harus bersikap dalam menghadapi situasi ini. Padahal apabila kedua belah pihak dapat saling memahami posisinya dan dapat bersinergi, perpustakaan sekolah tidak lagi hanya menjadi kumpulan sumber, melainkan pusat aktivitas bagi masyarakat sekolah.
APISI bermaksud membahas permasalahan ini dengan mempertemukan guru dan pustakawan dalam satu forum rutin yaitu Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah (PIPS). PIPS sendiri sengaja dirancang untuk membahas isu terhangat di sekitar kepustakawanan sekolah serta mencari berbagai alternatif pemecahannya. Dalam PIPS yang ke-enam ini, APISI bermaksud melemparkan wacana seputar kolaborasi antara pustakawan dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Tema Pertemuan: “Kolaborasi Guru dan Pustakawan”
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 September 2007
Pukul : 09.00-15.30 WIB
Tempat : Sekolah Al-Ikhlas Cipete – Jakarta
Adapun kegiatan ini terdiri dari dua sesi yaitu seminar dan workshop (pilihan peserta). Biaya kegiatan yaitu Rp. 75.000,- per-orang atau Rp 100.000,- untuk satu pasangan yang terdiri dari 1 pustakawan dan 1 guru (dalam satu sekolah). Biaya tersebut sudah termasuk makalah, makan siang, dan sertifikat.
Pendaftaran peserta dapat menghubungi Lira 021-93118433 atau Eko Wiyanti 0856 111 3983 selambat-lambatnya 4 September 2007 biaya dapat ditransfer ke BCA 899 002 3591 an. M.I. Eko Wiyanti.

Susunan Acara

08.30-08.59 Daftar ulang peserta dan Bazaar Buku Diskon

09.00-09.14 Pembukaan dan Sambutan
09.15-09.19 Potong Tumpeng dalam Rangka HUT I APISI
09.30-09.59 Snack time
10.00-11.59 Sesi 1 Seminar “Kolaborasi Guru dan Pustakawan dalam Proses Belajar Mengajar”
Keynote Speaker: Nunny H. Budialenggana (sekolah Al-Ikhlas)
Pembicara 1 : Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar di Sekolah
Oleh Agus Sulistiyono (Konsultan Pendidikan dan Penulis)
Pembicara 2 : Kepustakawan Sekolah – Sebuah Cita-cita Bersama
Oleh Hanna Latuputty (Ketua Umum APISI)
Pembicara 3 : Guru dan Perpustakaan Sekolah – Pengalaman Menggelutinya
Oleh Ratna Tan (Guru dan Pustakawan – SPH Lippo Cikarang)
12.00-12.59 Istirahat Sholat, dan Makan Siang
13.00-14.59 Sesi 2 Workshop Bersama (Kelas Pilihan Peserta) :
Kelas A: Pengolahan Koleksi Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Dewi Retno (Secondary Library - British International School)
Kelas B: Aplikasi Salahsatu Model Information Literacy: Big-6 (25 orang)
Oleh Pustakawan Al-Izhar
Kelas C: Kegiatan Promosi Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Rahma – Pustakawan Internat Al-Kautsar
Kelas D: Program Kerja dan Pendanaan Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Dhama Gustiar (Praktisi Kepustakawanan Sekolah – UPH)
15.00-15.30 Kesan-kesan dan Penutupan

Selamat untuk Mahmudin, Koordinator HUMAS APISI

Subject: [IASL-LINK] Press release: IASL Leadership Development Grants

For immediate release

LEADERSHIP DEVELOPMENT AWARDS
International Association of School Librarianship (IASL) Inc., Zillmere, Australia

Two emerging leaders in school librarianship, from developing countries, have been awarded travel grants by the International Association of School Librarianship. Both will be attending the 36th annual conference of the Association in Taipei in July. The awards provide a cash award of US $1,000 to first time IASL Conference delegates.The Jean Lowrie Leadership Development Award has been made to Ms. Naaz Kirmani from India. Naaz was identified by the Awards Panel for her leadership in the school to improve student learning as well as leading e-learning.

The Ken Haycock Leadership Development Award has been made to Mahmudin from Indonesia. Announcing the award, President Peter Genco commented on the challenges of developing efficient library services and beginning school library associations. Mahmudin manages and develops a new school library and is a committee member of e beginning school library association in Indonesia.

The International Association of School Librarianship comprises personal, association and institution members, from over 80 countries, committed to enabling young people to develop literary and cultural appreciation and to use information effectively through the improvement of school libraries and school library programs as a vital component of education. Information about membership and the awards program is available from the IASL Secretariat, P.O. Box 83, Zillmere, Queensland 4034, Australia (iasl@kb.com.au) and from its website: http://www.iasl-online.org

taken from: IASL-LINK@yahoogroups.com; on behalf of; kbonanno@bigpond.net.au
(posted by HL)

Bengkel Menulis Bagi Pekerja Informasi Sekolah

Pada tanggal 9, 11 dan 13 Juli 2007, dengan dukungan penuh dari The British International School (BIS), Pak Putu Pendit datang ke BIS untuk menjadi coach pelatihan menulis bagi pekerja informasi BIS dan undangan. Menurut pak Putu, tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:

1. Mengembangkan minat, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menulis mengenai pekerjaan dan pengetahuan di bidang kepustakawanan dan informasi pada umumnya, dan profesionalisme pustakawan atau pekerja informasi sekolah pada khususnya.

2. Menghasilkan karya tulis dalam berbagai bentuk, terutama yang dapat meningkatkan pula profesionalisme pustakawan dan pekerja informasi sekolah.

3. Mengidentifikasi dan mengumpulkan tulisan yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan disebarluaskan melalui berbagai media (blog, majalah internal, jurnal, dan sebagainya)

Peserta sebetulnya dibatasi 10 orang. Dari BIS tercatat empat orang dan enam orang lainnya diberikan kepada pengurus APISI, koordinator wilayah dan anggota yang bisa komitmen hadir untuk tanggal di atas. Sayangnya, hanya satu anggota pengurus yang bisa. Total peserta menjadi lima orang. Sebetulnya, banyak teman dan undangan yang ingin sekali ikut pelatihan ini. Namun keterbatasan waktu, tempat dan kesibukan masing-masinglah yang akhirnya menghambat mereka untuk ikut berpartisipasi. Tidak banyak peserta yang ditargetkan memang, hal ini untuk memaksimalkan waktu dan pemantauan hasil kerja menulis peserta.
Alhasil sekian artikel pun lahirlah. Ingin tahu seperti apa gaya tulisan peserta hasil 15 jam godogan pak Putu? Ada dua cara:

- melalui sebuah blog yang sebentar lagi akan di launch!
Blog ini nantinya diharapkan sebagai pemicu, bukan saja bagi ke-lima peserta yang hadir tapi juga mereka yang ingin mengembangkan potensi menulis mereka. Rasanya ilmu-nya akan mudah divirusi kok. :)

- melalui Buletin APISI yang juga akan di launch bulan Agustus nanti.

Penasaran? Sabar ya!!

(posted by HL)

APISI - KALI Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0

*Athenaeum Light 6.0?*
Athenaeum Light 6.0 adalah sebuah perangkat lunak "gratisan" untuk mengelola Data [Buku dan Dokumen lain ] yang diproduksi oleh Sumware Consulting. Meskipun Athenaeum adalah program gratisan namun kelengkapan fasilitas atau fitur yang dimiliki dapat menjadi pertimbangan sebagai sebuah database yang anda gunakan diperpustakaan anda. Fasilitas atau fitur-fitur yang dimiliki Athenaeum Light 6.0 antara lain:
- Sebagai Pangkalan Data Buku/Dokumen lain (Collection)
- Menu Peminjaman
- Menu Pengembalian
- Menu Laporan
- Pembuatan Label Buku, Label Barcode, statistik, stock opname
- dll
Di samping kelengkapan fasilitas tersebut, satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri buat Athenaeum yakni Athenaeum light 6.0, dikemas secara freescript, artinya code atau formula di dalamnya tidak ditutup oleh pembuatnya. Hal ini memudahkan para pemakainya untuk memperbaiki, memodifikasi, tampilan field, bahasa, relasi data sesuai kebutuhan masing-masing. Akhirnya anda dapat membuat database dengan tampilan sesuai keinginan anda atau sekolah Anda. Sebagai upaya pengembangan kepustakawanan sekolah, APISI bermaksud mempopulerkan penggunaan Athenaeum Light 6.0 yang telah dikembangkan oleh Komunitas Athenaeum Light Indonesia [KALI], ke dalam bahasa Indonesia, sebagai salah satu solusi dari mahalnya harga software perpustakaan.

APISI - KALI Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0

Acara dilaksanakan pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 24 Maret 2007
Tempat: SMAN 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Biaya: Rp 300.000,-
Informasi dan pendaftaran hubungi Dape 021 93053734 atau Sulfan 0818825858 atau ke suratapisi@gmail.com Tempat terbatas!

Hari/tgl : Sabtu, 26 Mei 2007
Waktu : 09.00 s.d 15.00
Tempat : Lab. Komputer – Gedung Mother Theresa
Sekolah Santa Laurensia Jl. Sutera Utama no 1
Perumahan Alam Sutera .Serpong - Banten
Peserta :
Pengelola Perpustakaan diharapkan bisa menjalankan komputer, minimal MSOffice
[Word dan Excel].

Biaya : Rp. 300.000/orang (tanggal 7-20 Mei 2007)
Rp. 350.000/orang (tanggal 21-24 Mei 2007)
Diskon 20% bagi anggota APISI

Materi workshop Athenaeum Light 6.0
Sesi I :
- Instalasi software
- Menjalankan software
- Utility, laporan, label, barcode ,back up data

Sesi II :
- Mengenal Filemaker Pro 6.0
- Modifikasi Athenaeum with FM. 6.0

Fasilitas Peserta
1. CD-ROM [software dan materi workshop]
2. Manual
3. Konsumsi[makan siang & snack]
4. Sertifikat

Peserta terbatas!

Cara Pendaftaran:
Transfer biaya workshop ke rekening a.nDwi Retno Widaty,
Bank Mandiri Cab. MT. Haryono,
No. Rek. 070-00-0205037-0.

Pembayaran paling lambat hari Kamis, 24 Mei 2007.

Bukti pembayaran dan formulir peserta di bawa pada waktu pelaksanaan acara.
Bagi yang memiliki e-mail diharapkan mengirimkan konfirmasi pembayaran dan formulir peserta pelatihan ke * cino@bis.or.id.**

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dwi Retno Widaty (021-93763846)

Acara ini terselenggara atas kerjasama APISI - KALI dan Sekolah Santa Laurensia http://www.apisionline.blogspot.com/ , http://kali-indonesia.blogspot.com

----------------------------------potong disini----------------------------------------------

FORMULIR PESERTA APISI-KALI WORKSHOP ATHENAEUM LIGHT 6.0

KEPADA :Panitia Training Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0
NAMA LENGKAP:
TEMPAT/TGL LAHIR:
ALAMAT :
PEKERJAAN:
ALAMAT KANTOR:
NO. TELEPON:
HP:

Menyatakan bersedia menjadi peserta Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0 yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 Mei 2007.



Tanda tangan & Nama jelas(...................................................)

(posted by hl)

World Book Day dan Sumbang Buku

Sumbangan Buku untuk Sekolah dari HMI-Utrecht dan APISI

Himpunan Mahasiswa Indonesia di Utrecht (HMI-Utrecht) dan Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) bekerjasama untuk membantu pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia. Kerjasama yang dilakukan yaitu berupa sumbangan buku untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bantuan berupa buku-buku untuk koleksi perpustakaan tersebut diberikan ke SDN I Legokherang-Kuningan dan SD Perguruan Rakyat 2 Jakarta Timur. Buku-buku tersebut akan diserahkan secara resmi pada hari Sabtu, 28 April 2007 pukul 13.30 dalam rangkaian acara perayaan World Book Day 2007 di Plasa Gedung A Depdiknas Jakarta.

Dana pembelian buku sumbangan sendiri merupakan hasil pengumpulan dana dalam acara Indonesian Day yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 9 Maret 2007 di Belanda. Pemilihan sekolah dilakukan oleh APISI dan HIM-Utrecht dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi perpustakaan sekolah tersebut. Buku-buku yang disumbangkan terdiri dari ensiklopedi, kamus, atlas, buku fiksi, buku non-fiksi, dan buku untuk pengembangan guru. APISI merancang pembelian buku sumbangan tersebut berdasarkan standar minimal perpustakaan sekolah dan standar kelayakan baca buku anak.

APISI sendiri akan melakukan pengontrolan dan pembinaan pasca sumbangan terhadap sekolah yang mendapatkan bantuan dalam kerjasama ini.
HMI-Utrecht dan APISI berharap program kerjasama ini dapat berlanjut sehingga semakin banyak perpustakaan sekolah yang dapat merasakan manfaatnya. (posted by hl)

APISI di Jawa Timur: Pengenalan Literasi Informasi dan Library Software di Perpustakaan Sekolah

Pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 13 dan 14 April 2007, APISI bekerja sama dengan UK PETRA, KALI serta didukung oleh KKG, YPPI, IALF dan beberapa penerbit buku lainnya menyelenggarakan Seminar Perpustakaan Sekolah dengan tema Penerapan Literasi Informasi dan library software. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung T 503 Universitas Kristen PETRA dan dihadiri oleh lebih dari 80 peserta yang berasal dari 15 kota dan kabupaten Jawa Timur yaitu: Surabaya, Malang, Mojokerto, Ponorogo, Jember, Lumajang, Sidoarjo, Banyuwangi, Batu, Pandaan, Situbondo, Tuban, Pasuruan, Pamekasan, Bondowoso dan Sukabumi, Jawa Barat.

Pelaksanaan Acara
Acara dibuka oleh Bapak Aditya Nugraha, Kepala Perpustakaan UK PETRA yang mewakili para 'pembesar kampus' seperti rektor dan dekan yang sedang ada rapat kerja di luar kampus. Pembicara pertama yang membawakan materi adalah Drs Koeswarno (Kepala Bidang Pembinaan Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur), Drs Achmad, MA (Kepala Perpustakaan ITS Surabaya), Ibu Arlinah Imam Rahardjo, MLIS (Dosen Informatic Departemet, UK PETRA dan juga pernah menjabat sebagai Kepala Perpustakaan PETRA) serta beberapa spesialis pembicara literasi informasi lainnya di Jakarta. Selain itu, pada kesempatan ini juga peserta belajar tentang penggunaan software perpustakaan yaitu Athenaeum Light (KALI) dan New Spektra (UK PETRA). Secara global, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kepustakawanan sekolah, khususnya kepala sekolah dan pembuat keputusan sekolah tentang pentingnya perpustakaan sekolah dan profesi pekerja informasi yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan pustakawan sekolah. Tentang profesi pekerja informasi sekolah, hal yang ingin ditekankan adalah bahwa mereka yang bekerja di perpustakaan sekolah bukan lagi semata-mata hanya mengurusi buku atau jenis media informasi lain, melainkan mereka mengemban tugas untuk mengelola informasi yang ada didalam perpustakaan sekolah itu, dalam berbagai bentuk yang ada, untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Itulah sebabnya saat ini APISI sedang gencar mempromosikan literasi informasi ke daerah-daerah, karena ketrampilan ini menjadi penting maknanya bagi peserta didik di sekolah. Literasi informasi adalah seperangkat ketrampilan untuk mendapatkan jalan keluar dari suatu masalah yang ada. Ketrampilan ini mencakup ketrampilan mengidentifikasi masalah, mencari informasi, menyortir, menyusun, memanfaatkan, mengkomunikasikan dan mengevaluasi hasil jawaban dari pertanyaan atau masalah yang dihadapi tadi. Penerapan kurikulum 2006 (KTSP) tidak lagi menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar anak, melainkan anak diarahkan untuk menjadi pembelajar yang dapat memecahkan permasalahannya sendiri dengan menggunakan sumber-sumber informasi yang ada. Dengan demikian, seiring dengan proses pembelajaran yang berorientasi pada sumber-sumber informasi tersebut, maka peserta didik diarahkan menjadi pembelajar seumur hidup, mandiri dalam memecahkan masalahnya serta nantinya menjadi warga negara yang bertanggung jawab.Bagi guru sendiri yang saat ini memiliki kebebasan dalam mengembangan silabus bidang studi yang diberikan kepada anak didik juga akan sangat terbantu jika ketersediaan informasi yang mendukung ada di perpustakaan. Hal ini akan sangat membantu mereka untuk memperluas wawasan dan mengembangkan ide-ide yang kreatif dan menarik yang dapat mereka terapkan dalam proses belajar mengajar.Itulah sebabnya, peran perpustakaan sekolah sangatlah penting dalam suatu sekolah. Hendaknya hal ini juga disadari penuh oleh para kepala sekolah, karena baik tidaknya keberadaan suatu perpustakaan sekolah akan mempengaruhi kompetensinya sebagai kepala sekolah dalam tugasnya mengembangkan sarana dan prasarana sekolahnya.

Dalam kesempatan seminar ini, ada dua model literasi informasi yang dikupas dan dibahas contoh aplikasi penerapannya yaitu Empowering 8 (sebuah model literasi informasi yang dikembangkan khusus oleh dan untuk negara-negara Asia) serta BIG 6™. Acara dibuka oleh pak Koeswarno yang berbicara tentang pemetaan situasi perpustakaan sekolah di Jawa Timur. Ternyata, keadaannya tidak jauh dari situasi umum kondisi perpustakaan sekolah di Indonesia pada umumnya, yaitu kurang berkembang dan kurang mendapat perhatian yang serius dari pihak manajemen sekolah. Meskipun juara pertama lomba pemilihan perpustakaan sekolah terbaik nasional yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional tahun 2006 lalu diraih oleh SMPN 5 Malang, Jawa Timur.­

Setelah memahami kondisi tersebut sesi selanjutnya berbicara tentang literasi informasi. Sesi awal dibawakan oleh Drs Achmad, MA yang berbicara tentang pentingnya ketrampilan literasi informasi di era global. Pengertian tentang literasi informasi ini kemudian lebih dipertegas lagi oleh Hanna Latuputty yang berbicara tentang apa itu literasi informasi, mengapa LI itu penting, bagaimana peranan perpustakaan sekolah dalam penerapan LI serta strategy pendekatan kepada kepala sekolah sebagai salah satu langkah pro aktif pekerja informasi sekolah dalam usaha pengembangan perpustakaannya.Selanjutnya, pembahasan tentang teori dan contoh aplikasi dua modul literasi informasi pun dibahas, yaitu Empowering 8 oleh Eko Wiyanti dan Sulfan Zayd dan Big 6 oleh Dhama Gustiar dan Tan Triwanti. Selain itu Ratna Tan membawakan sesi tentang aplikasi literasi informasi untuk Sekolah Dasar dengan sangat enerjik dan inspiring.Setelah kenyang dengan literasi informasi, sesi terakhir membahas topik library software. Didik Witono membahas aplikasi Athenaeum Light dan Teady Matius Surya Mulyana, M.Kom membahas New Spektra. Peserta membawa oleh-oleh software ini masing-masing.
Acara ditutup dengan perkenalan peserta dan panitia, serta pembagian 'evaluasi prize'!

Respond peserta
Secara umum, peserta merasa senang dengan seminar ini. Meskipun ada diantara mereka merasa seperti ‘dicekoki’ dan ‘dijejali’ topik – topik yang padat dalam waktu dua hari seminar. Niat panitia untuk menularkan semangat terus maju dan berpikir positif terhadap profesi, nampaknya membawa pengaruh positif pada peserta. Terbukti selama dua hari seminar, jumlah peserta tidak berkurang dan perhatian serta fokus peserta tidak menurun hingga acara ini selesai.KepanitiaanKomunikasi dan kerjasama yang sangat baik terjalin antara APISI , KALI dan UK PETRA dalam mempersiapan kontent acara serta persiapan dan pelaksanaan teknis. YPPI juga telah menjadi partner yang sangat membantu karena telah menanggung akomodasi panitia dan pembicara dari Jakarta serta lokal transport panitia. IALF juga memberi dukungan yang sangat berarti dengan memberikan seminar kit bagi peserta. PIPS 5 seperti PIPS -yang sudah menjadi trademark acara APISI- sebelumnya, acara ini merupakan sebuah kesempatan para peserta untuk berkumpul dan berjejaring. Maka APISI diharapkan dapat tetap mempertahankan ikatan jejaring komunitas pekerja informasi ini melalui pemberdayaan koordinator wilayah daerah. Nantinya diharapkan adanya keberlanjutan kegiatan APISI di daerah, sehingga apa yang sudah diawali dalam kegiatan seminar ini akan terus berkelanjutan dan bahkan berkembang. Saat ini baru terpilih seorang koordinator wilayah Malang yaitu Bambang HS Widayat dari Wesley International School.

Penutup

Perayaan acara perpustakaan sekolah dalam bentuk seminar ini telah berakhir. Rasanya kepenatan masih lekat terasa. Namun, semuanya terhapus saat melihat betapa positifnya respond peserta terhadap acara ini. Ternyata, keterbatasan dana bukan berarti penurunan kualitas sebuah acara. Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara panitia dan pendukung acara. Sekali lagi terima kasih untuk UK PETRA, KALI, Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia, IALF, KKG –Grasindo, Paperback, Erlangga, Togamas, Prakarya Mandiri, Widyadara dan The British International School, Tangerang, Banten.

Harapan yang tak putus ingin selalu diwujudkan dari hari ke hari adalah:

“ Bersama kita membuat perubahan besar dalam dunia kepustakawanan Indonesia”

Hanna Latuputty
Ketua APISI
suratapisi@gmail.com
http://www.apisionline.blogspot.com/

Liputan Kegiatan APISI-PIPS 4

Berburu Buku Anak di PIPS 4

Pada tanggal 10 Maret 2007 lalu, APISI mengadakan Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah ke-4 (PIPS 4) di Toko buku MP BookPoint. Dalam pertemuan ini dibahas tentang permasalahan seputar bacaan anak berbahasa Indonesia. Pembicara yang hadir yaitu Renny Yaniar (Penulis Bacaan Anak, redaktur Majalah Mombi), Mahmudin (Pustakawan Sekolah Cikal), Niken Suryatmini (Penerbit Grasindo). Pembicara saling melontarkan masalah-masalahnya yang berkaitan dengab buku anak.
Pustakawan Sekolah memaparkan berbagai kesulitannya dalam pengadaan buku anak berbahasa Indonesia. Permasalahan yang muncul berkisar di seputar sulitnya mencari buku bacaan anak berbahasa Indonesia yang memenuhi standar kebutuhan pengajaran. Di lain pihak penulis menganggap bahwa tidak terpenuhinya tuntutan sekolah oleh penulis, disebabkan karena penulis pun terkadang harus menyesuaikan diri dengan tuntutan penerbit, walaupun penulis sendiri mempunyai keteratrikan sendiri dalam satu tema tertentu. Sementara pihak penerbit melemparkan permasalahan bacaan anak melalu konflik antara buku laku versus buku bagus. Penerbit seringkali terbentur dengan pertimbangan untuk memilih buku bagus atau buku laku yang didahulukan untuk diterbitkan. Sementara menurut survey penerbit, pasar bacaan anak sendiri sangat kecil jumlahnya.
PIPS 4 dimulai pukul 09.30 pagi. Diskusi dalam PIPS 4 berlangsung cukup menarik namun tetap santai. Tidak kurang dari 30 peserta hadir memenuhi acara sampai sekitar pukul 13.00. Peserta terlihat antusias selama mengikuti acara, begitu juga saat berfoto. “Ceklek!” Sampai jumpa di PIPS berikutnya…(em)

Agenda APISI 2007-2008

Rencana Program APISI 2007 – 2008:

- 2007, 8 September
PIPS 6 :Kolaborasi Guru dan Pustakawan Sekolah di Sekolah Al-Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan.

- PIPS 7: APISI dan UPH Karawaci tanggal 10 –13 Desember
Tema: Keberlangsungan Penerapan Kemelekan Informasi dari Perpustakaan Sekolah ke Perpustakaan Perguruan Tinggi

- PIPS 8 : APISI di Medan tanggal (tentative) 8-9 Februari 2008
Tema: Penerapan Kemelekan Informasi di Perpustakaan Sekolah

- PIPS 9: APISI di Makassar tanggal (tentative) 27, 28, 29 Maret 2008
Tema: Penerapan Kemelekan Informasi di Perpustakaan Sekolah

- Indonesian Workshop on Information Literacy (Indonesia WIL) tanggal 8 - 12 Juli 2007 di Bogor (tentative). Acara ini mendapat dukungan dari ALP/IFLA

Bergabung Menjadi Anggota

  1. Mengisi Formulir Keanggotaan yang bisa didapatkan di sekretariat APISI atau melalui blog APISI.
  2. Mengirimkan uang iuran tahunan sesuai jenis keanggotaa yang dipilih ke rekening Bank Mandiri cabang MT. Haryono nomor 070-00-0205037-0 atas nama Dwi Retno Widaty.
  3. Mengirim Formulir yang telah diisi lengkap dan tanda bukti transfer pembayaran ke Sekretariat APISI Jl. Dahlia 355A RT 007/15 Serua Ciputat 15414 atau melalui email ke suratapisi@gmail.com.
  4. Formulir akan diproses paling lambat dua minggu setelah semua aplikasi diterima APISI.
  5. APISI akan mengirimkan kwitansi pembayaran dan kartu Anggota APISI.

Keanggotaan

Keanggotaan Apisi terdiri dari dua jenis, yaitu Keanggotaan Individu dan Keanggotaan Institusi.

Keanggotaan Individu terbuka bagi para pekerja informasi yang tertarik dalam pengembangan kompetensi kepustakawanan sekolah dan mendukung upaya pengembangan kepustakawanan sekolah. Setiap anggota individu akan:
  • Didaftarkan sebagai anggota milist APISI.
  • Mendapatkan newsletter APISI yang terbit dua bulan sekali.
  • Mempunyai akses personal ke website APISI.
  • Mendapatkan harga khusus ketika mengikuti kegiatan-kegiatan APISI dan pembelian terbitan APISI.
  • Mempunyai hak memilih dan dipilih dalam kepengurusan APISI

Keanggotaan Institusi terbuka bagi institusi yang peduli terhadap dunia kepustakawanan sekolah dan mendukung upaya pengembangan kepustakawanan sekolah.
Keanggotaan Institusi akan:

  • diberi keleluasaan untuk mengajukan tiga nama untuk bergabung dalam mailing list APISI
    mendapat tiga eksemplar newsletter APISI yang terbit dua bulan sekali
  • diberi kesempatan untuk menominasikan tiga orang untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan APISI.
  • mendapatkan harga khusus ketika mengikuti kegiatan-kegiatan APISI dan pembelian terbitan APISI.

Formulir dapat didownload di http://apisifoto.multiply.com/photos/album/3

IURAN KEANGGOTAAN

Iuran tahunan adalah sejumlah uang yang wajib disetorkan anggota APISI setiap tahunnya. Iuran ini dihitung dari tanggal registrasi anggota. Iuran ini merupakan dana operasional keanggotaan sehingga tidak dapat ditarik kembali.

  • Keanggotaan Individu dikenakan iuran sebesar Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) per -tahun.
  • Keanggotaan Institusi dikenakan iuran sebesar Rp 300.000,- (Tiga ratus ribu rupiah) per-tahun.

Kegiatan

1. Pengembangan kompetensi pekerja informasi sekolah

  • Menyelenggarakan pertemuan ilmiah secara berkala dalam lingkup formal maupun informal.
  • Menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya secara berkala.
  • Ikut aktif dalam kegiatan kepustakawanan secara nasional maupun internasional yang bertujuan untuk meningkatkan profesi dan keilmuan.
  • Meningkatkan kerjasama antar pekerja informasi sekolah maupun profesi lainnya untuk pengembangan dunia perpustakaan sekolah.

2. Penyebarluasan informasi tentang kepustakawanan sekolah

  • Melakukan penelitian mengenai dunia kepustakawanan sekolah.
  • Menerbitkan media komunikasi yang memantau perkembangan dunia kepustakawanan sekolah.

3. Pengembangan apresiasi dunia kepustakawanan sekolah dengan melibatkan partisipasi berbagai pihak.

  • Membangun hubungan yang harmonis antara kepustakawanan sekolah dengan bidang lainnya.
  • Membangun jaringan dan kerjasama dengan lembaga lain yang dapat menyokong visi dan misi APISI.
  • Memperjuangkan eksistensi pekerja informasi sekolah melalui standarisasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan dari dunia luar terhadap profesionalitas kepustakawanan sekolah.

Visi dan Misi

VISI
Menunjukkan eksistensi profesionalisme pekerja informasi sekolah melalui proses pengembangan diri secara terus menerus, untuk menciptakan dunia kepustakawanan sekolah yang lebih bergairah.

MISI
Membangun wadah dan dukungan untuk pengembangan kompetensi pekerja informasi sekolah di Indonesia sehingga terjadi interaksi pengetahuan yang merangsang kajian-kajian untuk pengembangan kepustakawanan sekolah.

Sejarah APISI

Berawal dari beberapa masukan, pertanyaan dan mimpi dari segelintir orang yang sangat peduli dan ingin memajukan kondisi perpustakaan dan kepustakawanan sekolah di Indonesia, tercetuslah ide untuk mengadakan suatu pertemuan yang bernuansa informal tapi tetap sarat makna.

Setelah tercapai suatu kesepakatan antara rekan-rekan di British International School Jakarta dengan ibu Eko Wiyanti dari sekolah Santa Laurensia, juga atas dukungan dari pihak manajemen British International School –selanjutnya disebut BIS-, maka diputuskanlah tanggal 1 oktober 2005 sebagai titik awal pertemuan para pustakawan sekolah. Undangan pun disebar. BIS selaku tuan rumah menyiapkan seluruh keperluan acara tersebut.

Sabtu itu, tanggal 1 Oktober 2005 di BIS -bertepatan dengan kejadian bom Bali—berkumpul sekitar 50 pustakawan sekolah. Acara PIPS I ini diisi oleh beberapa pembicara, diantaranya ibu Diao Ailien dari UNIKA Atmajaya dan ibu Titi Chandrawati dari Universitas Terbuka. Salah satu topik yang dibahas yaitu mengenai hasil penelitian mereka – yang telah dipresentasikan dalam pertemuan UNESCO di Bangkok, Thailand -tentang kondisi penerapan literasi informasi di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut,
Profesor Sulistyo Basuki – Guru Besar Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia - juga turut membagi ilmunya mengenai pentingnya perpustakaan sekolah yang berjejaring.

Melihat pentingnya pertemuan ini dan tidak ingin kehilangan tali jejaring yang sudah terbentuk, disepakati saat itu juga waktu untuk pertemuan selanjutnya, beserta topik-topik yang dianggap penting untuk menjadi bahan diskusi. Raffles Christian International School (selanjutnya disebut RCIS) ditentukan sebagai tempat pertemuan selanjutnya. Kali ini, banyak teman-teman yang bersedia terlibat didalamnya. Diantaranya yaitu bu Fransisca Messakh dari Sekolah Pelita Harapan Karawaci, Yayah Mardiah selaku tuan rumah, ibu Eko Wiyanti dari sekolah Santa Laurensia dan juga teman-teman dari BIS.

Sabtu, 25 Februari 2006 di RCIS Pondok Indah acara PIPS 2 berlangsung masih tanpa dipungut bayaran. Beberapa pakar yang kompeten dibidangnya turut memeriahkan acara ini. Pada sesi pembuka, David Cameron, Kepala sekolah High School SPH Karawaci dan Simon Gower, yang saat itu menjadi principal RCIS, juga ambil bagian. Bu Endang Ernawati dari Universitas Bina Nusantara, Profesor Sulistyo-Basuki, Ratna Tan SPH Cikarang dan Jenny Aritonang dari SPH Karawaci, Dhama Gustiar dari Sekolah Stella Marris membagi ilmu yang mereka miliki pada kesempatan kali ini. Teman-teman distributor buku – yang banyak membantu dalam sesi pendanaan- juga turut meramaikan acara dengan menggelar produk mereka. Pada akhir acara, banyak masukan yang sampai ke telinga panitia bahwa acara ini dikemas terlalu cepat dan terburu-buru. Masukan positif untuk panitia, sebetulnya. PIPS 2 dinilai inspiratif oleh peserta khususnya bagi profesi pustakawan sekolah. Good insights…

Sekali lagi, karena adanya keinginan untuk terus menjaga tali jejaring yang kian meluas, pertemuan selanjutnya pun disepakati. Jakarta Timur, adalah daerah tujuan selanjutnya. Daerah ini memerlukan banyak bantuan untuk pengembangan perpustakaan sekolah. Sekolah Sevila, Sekolah Islam Tugasku dan St Pieters, disepakati untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan, yang rencananya diadakan di awal Agustus tahun 2006.

Bulan Juni, rapat awal dilaksanakan, di library@senayan setelah sebelumnya dengan menggunakan kecanggihan teknologi, e-meeting dilakukan. Ternyata perencanaan berjalan dengan beragam perubahan. Berbeda dengan rencana awal, PIPS berkembang menjadi Seminar Perpustakaan Sekolah yang digelar bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Tak lama kemudian, bergabunglah Forum Perpustakaan Sekolah Indonesia –selanjutnya disebut FPSI- dalam kepanitiaan seminar ini. Kegiatan ini terus berkembang dan akhirnya kedua asosiasi ini, yaitu APISI dan FPSI bekerja sama dibawah payung Perpustakaan Nasional, dalam menyelenggarakan Seminar Perpustakaan Sekolah yang berlangsung pada tanggal 19 dan 20 September 2006.

Ada beberapa perubahan dalam persiapan kerja kolaborasi untuk acara Seminar Perpustakaan Sekolah ini. Dengan segala keterbatasan waktu dan sumber daya yang ada, maka PIPS 3 direncanakan untuk dilakukan dengan sesegera mungkin di akhir bulan Agustus 2006. Acara ini sekaligus mendeklarasikan berdirinya APISI. Dengan niat awal ingin menjangkau wilayah luar Jakarta dan mencari suasana baru, kota BOGOR ditetapkan sebagai tujuan berikutnya.

Sabtu, 26 Agustus 2006 di Hotel Butik Sahira, Bogor, berkumpul kira-kira 75 peserta untuk acara PIPS 3 dan deklarasi. Kali ini, demi kenyamanan bersama, acara PIPS 3 dipungut biaya. Beruntung panitia bisa mengundang pak Putu Laxman Pendit untuk berbicara tentang Literasi Informasi dan membahas tentang Profesionalisme. Pada kesempatan ini, Hanna Latuputty juga membagi apa yang didapatnya dari IWIL (International Workshop on Information
Literacy) Selangor, Malaysia. Sesi demi sesi berlangsung termasuk sesi deklarasi yang dinilai alot. Dalam waktu kurang lebih 2 jam, dibawah presidium yang dipimpin oleh Sulfan Zayd, akhirnya lahirlah Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI).

Kepengurusan APISI sudah dibentuk, program-program sudah dikembangkan, dan perjalanan memajukan dunia
kepustakawanan baru saja melintasi garis START. Segala bentuk dukungan, masukan, dan keinginan untuk berbagi dan membangun diri sendiri dan orang lain sangat diharapkan menjadi kekuatan dari asosiasi ini, karena APISI hanya kendaraan untuk memajukan profesi dan kepustakawanan sekolah di Indonesia.

Apakah APISI?

Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) adalah organisasi pengembangan kepustakawan sekolah yang berfokus pada pengembangan kompetensi, penyebarluasan informasi, dan partisipasi berbagai pihak dalam peningkatan kualitas perpustakaan sekolah di Indonesia.
APISI hendak mempromosikan perpustakaan sekolah sebagai pusat sumber belajar untuk menghasilkan individu-individu mandiri yang terus belajar sepanjang hidup dan menjadi warga negara yang bertanggungjawab. APISI juga hendak mempromosikan danmemaksimalkan peran pekerja informasi sekolah sebagi sebuah profesi penting dalam proses belajar-mengajar. Dalam pelaksanaan tugasnya, pekerja informasi sekolah juga melibatkan partisipasi profesi lain seperti tenaga pendidikan sekolah, penerbit, penulis, pengembang software perpustakaan sekolah untuk ikut serta dalam pengembangan perpustakaan sekolah.
Pekerja Informasi Sekolah sendiri merupakan profesi yang berperan mendorong kesadaran masyarakat sekolah, baik itu murid, guru, staff maupun orangtua, akan pentingnya pengelolaan sumber-sumber informasi sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar. Mereka adalah orang-orang mempunyai kualifikasi dalam kepustakawanan sekolah, baik yang mengelola perpustakaan, pusat media, ataupun pusat sumber belajar.