Penerapan Keterampilan Literasi Informasi di dalam KTSP Tingkat SD, SMP dan SMA

Dokumen hasil diskusi kelompok saat Pelatihan Literasi Informasi Indonesia INDONESIAN-WORKSHOP ON INFORMATION LITERACY (INDONESIAN-WIL) di Bogor, tanggal 7 - 12Juli 2008 telah diserahkan ke Departemen Pendidikan Republik Indonesia, dalam hal ini diterima oleh Drs Subahi, MA serta diterima juga oleh Ibu Lucya Dhamayanti, M.Hum tanggal 30 Januari 2009 di Gedung D DEPDIKNAS, lantai 12, Senayan.



Ringkasan Isi
Hasil Diskusi Kelompok Aplikasi Literasi Informasi dalam KTSP Tingkat SD, SMP dan SMA ini adalah sebuah bentuk usulan dari Peserta INDONESIAN – Workshop on Information Literacy terhadap RPP di tingkat SD, SMP dan SMA dalam keterkaitannya dengan ketrampilan literasi informasi. Selama lima hari pelatihan, peserta dalam empat kelompok yang terdiri dari kelompok yang mewakili Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama dan Sekolah Menengah Atas serta Universitas mendiskusikan contoh RPP dan Silabus yang ada. Dari sini, kelompok kemudian mencoba mengkaji lebih dalam aplikasi ketrampilan literasi informasi yang diintegrasikan dalam RPP.

Masing-masing kelompok memberi contoh aplikasi dari mata pelajaran IPA dan IPS kecuali untuk SMA, ada salah satu contoh RPP dari SMK. Dalam contoh – contoh yang ada ini, kelompok berusaha memasukkan aspek ketrampilan literasi informasi dan ditiap akhir contoh aplikasi, diberikan penjelasan singkatnya.

Di BAB I tercantum latar belakang, definisi literasi informasi, beberapa contoh model literasi informasi dan mengapa literasi informasi itu penting untuk diajarkan. BAB II menjabarkan lebih jauh lagi bahwa literasi informasi merupakan sebuah alternatif kendaraan untuk menopang visi dan misi serta tujuan Sistem Pendidikan Nasional Indonesia. Di dalam BAB ini juga dicantumkan bagaimana implementasi pengajaran literasi informasi dalam Sistem Pendidikan Nasional. BAB III menjabarkan contoh RPP yang sudah terintegrasi dengan ketrampilan literasi informasi, serta BAB IV menutup usulan ini dalam bentuk Kesimpulan dan Saran.

Sesuai dengan kesepakatan dengan pemberi dana, yaitu International Federation Library Associations and Institution/Action for Development through Libraries Programme Core Activity (IFLA/ALP)- Swedish International Development
Cooperation Agency (SIDA)
maka Buku Hasil Diskusi ini kami serahkan kepada instansi terkait sebagai sumbang saran kami untuk perbaikan pendidikan Indonesia di masa yang akan datang.

Perjalanan Baru Dimulai
Kami berharap, implementasi literasi informasi dalam kurikulum KTSP segera dilaksanakan. Selanjutnya kami berharap ada masukan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Bagi yang ingin mendapatkan dokumen ini, bisa menghubungi suratapisi@gmail.com.
Hanya perlu mengganti biaya fotokopi dan pengiriman Rp 50.000,- dan ditransfer ke rekening APISI.

Maju Terus Literasi Informasi Indonesia!

APISI di MAKASSAR, SULAWESI SELATAN

Bekerja sama dengan STT INTIM Makassar, SMA GAMALIEL dan Sekolah Dian Harapan, APISI mengadakan kegiatan: SEMINAR dan PELATIHAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SULAWESI SELATAN. Kegiatan ini akan diselenggarakan di: STT INTIM MAKASSAR dan SMA GAMALIEL pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 20 dan 21 Februari 2009.

Seminar sehari ini akan mengangkat topik KONDISI UMUM PERPUSTAKAAN SEKOLAH di SULAWESI SELATAN oleh BAPAK SYARIEF BANDO (Badan Perpustakaan dan Arsip Propinsi Sulawesi Selatan). Hanna Latuputty akan mengupas tentang Perpustakaan Sekolah di Indonesia.
Hari pertama seminar akan ditutup dengan dua sesi yang dibawakan oleh James F Kurniajaya (Pustakawan Sekolah SDH) tentang Program Kegiatan Perpustakaan: Kolaborasi Guru dan Pustakawan dalam Penerapan Literasi Informasi. Hilda Putong (Kepala Perpustakaan STT INTIM) akan membawakan sesi dengan topik Kriteria Pemilihan Software Perpustakaan Sekolah.

Pelatihan pada hari kedua akan dibagi menjadi dua bagian: Pelatihan Pengelolaan Perpustakaan Sekolah dan Pelatihan Aplikasi Athenaeum Light.

Informasi pendaftaran lebih jauh hubungi:
Ibu Hilda Putong: hildakorpala@yahoo.com (HP: 08528 3042912)Tlp: 0411-854735
APISI: suratapisi@gmail.com (HP Robby Herziansyah: 0818 088 53053)

Seminar Sehari Kepustakawanan Indonesia: Siapa Kepala Perpustakaan Nasional Mendatang

Diskusi tentang Regenerasi Kepemimpina dalam Kepustakawanan Indonesia

Dunia kepustakawanan Indonesia akan mengalami sebuah momentum khusus dibidang kepemimpinan, yaitu pergantian Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia . Momentum ini menarik untuk mendapat perhatian dari semua pemerhati dunia kepustakawanan. Untuk itu Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi bekerjasama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia dan Koalisi Asosiasi Pekerja Informasi mengundang rekan-rekan pustakawan dan pekerja informasi, praktisi ilmu informasi dan individu yang berurusan langsung dengan kerja-kerja pengelolaan informasi, dokumentasi dan pengetahuan, dan para pemerhati dunia perpustakaan Indonesia, untuk menghadiri " Seminar Sehari Kepustakawanan Indonesia dengan tajuk “Siapa Kepala Perpustakaan Nasional Mendatang? Diskusi tentang Regenerasi Kepemimpinan dalam Kepustakawanan Indonesia ” . Seminar ini akan diselenggarakan pada:

Hari / tanggal : Kamis, 12 Februari 2009

Tempat : Ruang Teater Perpustakaan Nasional RI

Jl. Salemba Raya 28A, Jakarta Pusat

Waktu : 08.00 - 11.30

Narasumber : 1. Mula Harahap (IKAPI)

2. Daddy P. Rachmananta (Kepala Perpustakaan Nasional)

3. Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional

4. A. Ridwan Siregar (Kepala Perpustakaan USU)

Moderator : Agus Rusmana

Konfirmasi kehadiran kami tunggu paling lambat hari Selasa, 10 Februari 2009 dan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia dengan Sdri. Margaretha di nomor telepon 085286669818.

Demikianlah atas perhatian dan kesediaan Saudara disampaikan terima kasih.

Ikatan Sarjana
Ilmu Informasi dan Perpustakaan Indonesia
www.isipii.org

Catatan: bagi teman-teman yang membutuhkan undangan tercetak harap menghubungi panitia seperti tersebut diatas.

Tanggapan APISI Terhadap Berita “Guru Penganiaya Siswa Dipindah Tugas”, tanggal 19 Januari 2009

Menanggapi berita berjudul “Guru Penganiaya Siswa Dipindah Tugas” yang dimuat Koran Tempo pada tanggal 19 Januari 2009, Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) sebagai lembaga pengembangan kepustakawan sekolah Indonesia menyampaikan keberatannya terhadap keputusan manajemen SMP Negeri 79 Jakarta yang memindahtugaskan guru bermasalah, dalam hal ini  Paula Sihalatua (pelaku penganiayaan), menjadi tenaga pengelola perpustakaan.
Penempatan ini bertentangan dengan pasal 23 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menyebutkan bahwa : ”Setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan Standar Nasional Pendidikan”. APISI hendak meluruskan pernyataan Eston Rimon Nainggolan, Wakil Kepala SMP Negeri 79, yang menyatakan "Beliau kami posisikan pada tugas itu (pengelola perpustakaan) dengan pertimbangan agar tidak berhubungan langsung dengan siswa,". Perlu diketahui bahwa Tenaga Pengelola Perpustakaan Sekolah juga memiliki kompetensi-kompetensi tertentu, yang bukan saja kompetensi teknis melainkan juga kompetensi sosial. Hal ini telah tercantum dalam Peraturan Menteri No. 25 Tahun 2008 tentang Standar Pengelola Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Melalui surat ini pula, APISI hendak memberitahukan kepada seluruh masyarakat bahwa fungsi perpustakaan sekolah bukanlah sekedar tempat menyimpan buku, apalagi tempat pemberian hukuman. Perpustakaan sekolah mempunyai fungsi dinamis menyangkut ketersediaan dan pengelolaan sumber informasi di sekolah dalam upaya menciptakan pembelajar seumur hidup yang mandiri dan beretika. Sekolah sebagai tempat mencari ilmu, selayaknya memiliki sumber-sumber informasi, yang memadai, yang dapat memfasilitasi kebutuhan siswanya dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab sedemikan bergantungnya sekolah terhadap perpustakaan, maka perpustakaan sekolah harus dikelola oleh tenaga yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan perpustakaan dan informasi ini. Sekolah sebaiknya merujuk Peraturan Menteri No. 25 Tahun 2008 tentang Standar Pengelola Perpustakaan Sekolah/Madrasah dalam menugaskan tenaga pengelola perpustakaannya.
Kasus pemindahtugasan guru bermasalah di SMP Negeri 79 Jakarta merupakan bentuk kurang pahamnya manajemen sekolah tentang fungsi perpustakaan sekolah serta pelecehan terhadap profesi pustakawan sekolah. APISI berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi para manajemen sekolah, agar tidak terjadi lagi kasus yang serupa di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Mahmudin, S.Sos.
Koordinator HUMAS APISI

Seminar dan Workshop: Mengelola Perpustakaan Sekolah Dengan ISO 9001: 2000

TEMPAT:
Raffles International Christian School -
HARI/TANGGAL:
Sabtu, 22 November 2008
PUKUL:
08.30-15.00WIB

Kompetisi antar sekolah semakin ketat. Hal ini ditandai dengan pembangunan gedung dan fasilitas, sistem pembelajaran, kriteria guru dan tenaga kependidikan, pengembangan perpustakaan, laboratorium, sarana penunjang lain, dan penerapan sistem penjaminan mutu berskala internasional.

Untuk menjaga mutu pendidikan beberapa Sistem Manajemen Kualitas berstandard internasional dapat diterapkan, misalnya ISO 9000, Malcom Baldridge, European Quality Award, British Quality Award, Irish Quality Award, QM 9004, dan lainnya.

ISO (International Organization for Standardization) adalah suatu organisasi swasta yang berpusat di Geneva. Dari kelompok ISO 9000, standard sistem kualitas untuk ISO 9001 adalah Requirement, jadi yang dinilai adalah proses untuk mencapai dan menjaga mutu.

"Tulislah apa yang akan engkau kerjakan, dan kerjakan apa yang telah engkau tulis" adalah semboyan dari standar ISO 9001. Dalam kalimat ini terkandung komitmen dan kecermatan tugas untuk mengembangkan perpustakaan dengan standar ISO 9001:2000 sehingga instansi, khususnya perpustakaan, mempunyai daya saing baik dalam lingkup nasional dan internasional.

Layanan Prima berbasis ISO 9001:2000 menguntungkan untuk diterapkan pada operasional perpustakaan karena dapat menghasilkan produk, menyelenggarakan layanan, dan mengembangkan kompetensi dan komitmen pustakawan dan staf ke arah profesionalisme. Tata kerja yang rapi dapat menaikkan mutu layanan prima dan memudahkan pustakawan dan staf di dalam melakukan tugas mereka.

Pelatihan ISO 9001:2000 dilakukan dengan tujuan agar pustakawan dapat melakukan kerapihan proses dan administrasi di dalam mengelola perpustakaan, membuat sistem informasi berbasis alur kerja; meningkatkan tugas dan tanggung jawab, mencapai kepuasan pengguna, kenyamanan karyawan ketika bekerja, dan melakukan kerja sama berskala nasional, regional dan internasional.

Untuk mengupas lebih lanjut mengenai penerapan ISO 9001:2000, APISI bekerjasama dengan Sekolah Pelita Harapan dan Raffles Intermational Christian School menyelenggarakan Seminar dengan tema "Mengelola Perpustakaan Sekolah Dengan ISO 9001:2000". Adapun kegiatan ini akan diadakan pada:

Pembicara :
1. Dra. Endang Ernawati M.Lib (Manager Library and Knowledge Center Binus) – Mengenal ISO 9001- 2000 untuk Perpustakaan Sekolah
2. Etikawati ( Library and Knowledge Center Binus University) - Workshop ISO 9001:2000
3. Yayah Mardiah (Pustakawan Sekolah Binus) dan Ibu Franciska Messakh (Library Coordinator Sekolah Pelita Harapan) – Sharing pengalaman penerapan ISO 2000-9001 di perpustakaan

Bagi yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini,dapat mendaftarkan diri ke

1. Shinta (RICS) - 75903342 – shinta_lastchild@yahoo.com
2. Francisca Messakh (SPH) – 5460234 – francisca.messakh@sph.ac.id
3. Eko Wiyanti (APISI) - 021 94326925 - eko@santa-laurnesia.com

sebelum tanggal 18 November 2008. Setiap peserta dikenakan biaya seminar Rp. 100.000,- (termasuk makan siang – makalah – sertifikat ) dan diharuskan membawa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan di perpustakaannya masing-masing. Biaya dapat ditransfer ke rekening APISI, Bank Mandiri nomor 1280005388977. Peserta dibatasi hanya 50 orang.

PESTA HUT KEDUA APISI: terciptanya jaringan baru dengan guru

Siang itu kami berharap agar hujan tidak turun. Kami telah menyiapkan acara seru dan fun untuk merayakan hari ulang tahun ke-dua APISI dengan acara soft outbound. Itulah sebabnya kami bersyukur juga karena sekolah alam Semut-Semut dengan senang hati menjadi tuan rumah untuk acara pesta ini. Ingin tahu lebih jauh sekolah ini sila kunjungi: http://www.semut-semut.com/



Ketika tiba di sekolah alam ini, rasanya tidak seperti memasuki sebuah sekolah. Seolah-olah kami masuk ke sebuah vila dengan pemanadangan hijau di mana-mana. Beberapa hut kecil menyambut kami saat memasuki sekolah alam ini. Nampaknya beberapa vendor dengan senang hati mengambil bagian untuk turut memeriahkan acara ini di beberapa hut tersebut. Ada OUR BOOK CLUB, ERLANGGA dan PAPERBACK yang dengan murah hati memberikan kami voucher buku yang dapat kami tukar dengan buku mereka.

Acara dimulai dengan touring sekolah alam ini termasuk mengunjungi perpustakaannya.











Setelah itu, kami berkumpul lagi di saung untuk memulai acara pesta ini.





Sebagai acara pembukaan, acara tumpengan pun dilakukan. Lagu panjang umur dan happy birthday berkumandang. Tiba saatnya untuk mulai memotong tumpeng. Ternyata ada dua piring yang disiapkan Ketua APISI untuk diserahkan kepada dua orang spesial hari itu. Piring pertama diserahkan kepada Ibu Arfi, sebagai tanda bahwa koneksi pekerja informasi sekolah/pustakawan sekolah telah terjalin dengan profesi guru. Ibu Arfi adalah pemilik Sekolah Semut-Semut sekaligus pemimpin redaksi majalah Teachers Guide. Harapan ke depan, hubungan manis antara kedua profesi ini dapat terjalin untuk semakin memajukan pendidikan anak-anak di sekolah. Piring ke dua diberikan kepada Robby, sebagai sebuah wujud harapan APISI pada anak-anak muda yang enerjik, kreatif dan pantang menyerah untuk berkontribusi lebih dalam memajukan APISI di masa yang akan datang.






Setelah itu bu Cisca dan bu Rachma memberikan testimony mereka.


Bu Cisca telah bersama kami bahkan sebelum APISI terbentuk. Meski sudah mengaku 'sepuh' tapi semangatnya mendorong kamu untuk terus 'bersuara' dan tidak melempem. Terima kasih untuk sponsor door price dan spanduknya ya bu!!
Sedangkan bu Rachma, tetap pemegang rekor peserta terajin dalam acara APISI. Hampir semua acara APISI dihadiri Ibu yang berasal dari Sukabumi ini. Ibu Rachma adalah salah satu koordinator wilayah APISI.

Akhirnya masuklah pada acara ini pesta HUT ini. Sosialisasi hasil INDONESIAN-Workshop on Information Literacy. Sulfan segera membagikannya buat kita semua.



Berhubung kebanyakan dari peserta ada yang belum terlalu paham dengan apa itu literasi informasi, maka Hanna memberikan sesi dadakan tentang topik ini.



Setelah itu, kami menikmati hidangan makan siang yang sesuai dengan lingkungan di mana kami berada. Siapa yang tidak menjadi lapar dengan hidangan segar, es kelapa muda, pecel, gorengan serta snack 'kampung' yang lezat nian. Apalagi dengan rujak serut yang benar-benar cocok sebagai penutup hidangan makan siang saat itu. Segar!!

Ini dia...acara seru-seruan-nya. Meskipun hari itu akhirnya turun hujan, yang tidak memungkinkan kami untuk bermain outbound di arena terbuka, acara seru-seruan ini tetap berjalan di saung. Beberapa permainan telah disiapkan oleh rekan-rekan guru dari Sekolah Semut Semut. Salah satunya adalah membuat menara dari gelas plastik.

Membuat menara tertinggi:




DOOR PRIZE TIME!







Acara seru ini didukung penuh oleh em-si heboh!



Terima kasih semua!!! sampai jumpa lagi!!

APISI di Hari Ulang Tahunnya yang Ke- Dua

Hari ini,
dua tahun yang lalu
di Bogor, tepatnya...
lahir sudah sebuah asosiasi
yang dibidani sekelompok pustakawan sekolah
yang rela datang ke Bogor
untuk menyatakan kesatuan hati
untuk bersatu
dalam sebuah wadah yang bernama
APISI

Hari ini dua tahun yang lalu,
banyak harapan yang ditampukkan dipundak APISI
harapan agar profesi sebagai pustakawan
bukan profesi yang lagi dipandang sebelah mata
keinginan untuk membuktikan
bahwa profesi ini adalah profesi penting
yang mengemban tanggung jawab
untuk memandaikan orang

Hari ini dua tahun yang lalu
dimulailah perjalanan itu
rasanya
kegiatan berjejaring ini
semakin lekat dan meluas
serasa ingin merangkul semua
sudut Bumi Pertiwi

Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya,
Sukabumi, Medan
dan terakhir di Bogor
ah...
mimpi kami adalah
tiap kota di
Indonesia

segala jerih lelah ini
seolah hendak berkata
ini kami
kami ingin juga turut serta
ambil bagian untuk memajukan
pendidikan sekolah Indonesia
dan profesi pustakawan sekolah Indonesia

kami ingin terus maju
mengepakan sayap lebih lebar lagi
agar kami dapat terbang lebih luas lagi
mencari pengetahuan
belajar
berjejaring
berbagi
dan
membangun diri

Hari ini
kami ulurkan tangan ini
mata hati terbuka

berharap tangan ini
dapat menjemput
tangan-tangan lainnya

karena kami sadar
jerih lelah ini
butuh dukungan tangan-tangan yang
peduli
dengan hati tulus
menyatakan apa yang memang
harus kami tahu, lihat dan pahami
sebelum kami melangkah

meski sering langkah kami
tersandung
meski sayap kami kadang
terkulai

tapi kami ingin
semangat ini tetap menyala
dan tertular
bagi mereka
yang memang peduli

Tahun depan
akan ada pergantian
tahun depan akan
ada perubahan

APISI akan lebih
berbenah diri
untuk langkah yang lebih baik lagi

SELAMAT ULANG TAHUN APISI
KE DUA APISI!!!