Tanggal 26 Agustus 2007, APISI genap berusia satu tahun. Kami masih ingat bagaimana situasi pembentukan asosiasi ini, tahun lalu, si Bogor. Seru!. Tak terasa, satu tahun sudah bergulir. Kami ingin berbagi sedikit kegiatan yang sudah lewat, setahun ke belakang....
Pengurus dan Keorganisasian
Sejak APISI terbentuk di Bogor, pekerjaan nomor satu sang ketua terpilih adalah membentuk kepengurusan. Ternyata tidak mudak memilih personil kepengurusan. Butuh waktu kita-kita tiga bulan sampai akhirnya pengurus benar-benar fiks. Namun, pada usia-nya yang masih dini ini, ternyata kepengurusan pun mengalami pasang surut. Ada yang mundur di tengah jalan. Tak mengapa…ini merupakan proses pembelajaran tiap-tiap orang dan juga APISI sendiri.
Perumusan keorganisasian yang menyangkut nilai hukum-pun kami jalani dengan sabar dan sesuai dengan situasi dana yang ada, pas-pasan. Saat ini notaris kami masih terus mengerjakan proses pem-badan-hukum-an APISI.
Program Kerja 2006-2007
Sejak berdirinya, APISI sudah menjalankan beberapa program kerja yang intinya masih mengacu pada visi dan misi. Untuk menciptakan dunia kepustakawanan sekolah yang lebih bergairah, maka melalui proses pengembangan diri yang menunjukkan eksistensi profesionalisme pekerja informasi sekolah telah kami wujudkan dalam beberapa program yaitu:
- 2006, 19 dan 20 September
o Seminar Perpustkaan Sekolah Indonesia, yang terselenggara bekerja sama APISI dan FPSI, dibawah payung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Tema; Penerapan Literacy Informasi dan Software Perpustakaan Sekolah.
- 2006, November 13 dan 14
o Partisipasi dalam pembentukan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan Indonesia di Bali
o Nara sumber dan Fasilitator untuk Penerapan Literasi Informasi di BALI yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI.
- 2007, 10 Maret:
o PIPS 4 dengan tema: Berburu Bacaan Anak Bahasa Indonesia bertempat di MP Bookpoint, Cilandak, Jakarta.
- 2007, 3 dan 14 April:
o PIPS 5 dengan tema: Penerapan Literasi Informasi dan Software Perpustakaan Sekolah di UK Petra, Surabaya.
- 2007, Maret dan Mei
o Training software Athenaeum Light.
- 2007, Juli 9, 11, 13 dan 20
o Pembinaan pengurus Creative Writing oleh Pak Putu L Pendit dengan dukungan penuh dari The British International School, Jakarta.
- 2007, 17 dan 18 Agustus
o Outing pengurus di Bogor
Program Kerja 2007-2008
Saat ini, program kerja 2007-2008 sedang digodok. Masih dengan semangat promosi profesionalisme pekerja informasi sekolah, khususnya dalam penerapan kemelekan informasi (information literacy), APISI akan mengunjungi daerah – daerah di Indonesia.
Adapun Rencana program kegiatan APISI tahun 2007 – 2008 adalah:
- 2007, 8 September
o PIPS 6 :Kolaborasi Guru dan Pustakawan Sekolah di Sekolah Al-Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan.
- PIPS 7: APISI dan UPH Karawaci tanggal 10 –13 Desember
- PIPS 8 : APISI di Medan tanggal (tentative) 16 Februari 2008
- PIPS 9: APISI di Makassar tanggal (tentative) 27, 28, 29 Maret 2008
- Indonesian Workshop on Information Literacy (Indonesia WIL) tanggal 8 - 12 Juli 2007 di Bogor (tentative). Acara ini mendapat dukungan dari ALP/IFLA
Harapan
Langkah ke depan, APISI sangat berharap terbinanya suatu jaringan kerjasama dengan organisasi, asosiasi, lembaga pedidikan, penerbit maupun CSR yang mempunyai visi dan misi yang sama. Bersama kita maju semakin kuat untuk melangkah.
(posted by HL)
Peta ke Lokasi PIPS-6 : Sekolah Al-Ikhlas

Untuk yang naik kendaraan umum, berikut angkutan yang bisa digunakan:
dari Blok-M naik Metromini 610 (Blok-M-Pd.Labu) atau 79 (Blok-M-Lebak Bulus) turun di D-Best. Lalu naik S11, turun di perempatan pertama, Jl. Cipete 3 atau bilang saja Al-Ikhlas.
dari Lebak Bulus, nak angkot S11, turun di Jl. Cipete 3, bilang saja di Al-Ikhlas
dari Kampung Rambutan. Naik Kowanbisata 509 atau Metromini 76. Turun di perempatan lampu merah fatmawati. Kemudian Nyebrang ke arah Citos, lalu naik angkot merah 01 (Pondok Labu-BlokM), turun persis di depan Al-Ikhlas.
PIPS ke- 6 di Sekolah Al-Iklas
Dalam rangka perayaan HUT-nya yang pertama, APISI akan mengadakan PIPS ke 6. Kali ini APISI ingin mengajak para pendidik untuk duduk bersama dan berkolaborasi dalam rangka meningkatkan pelayanan perpustakaan bagi komunitas sekolah.
Pastikan kehadiran rekan-rekan di acara ini ya!!!
Berikut ini informasi detailnya.
-------------------------------
Perpustakaan sekolah seringkali tidak termanfaatkan dengan optimal. Hal ini disebabkan karena cara pandang masyarakat sekolah yang sekedar menganggap perpustakaan sebagai sebuah sarana. Sebagai penyedia sumber belajar, seharusnya Perpustakaan Sekolah juga menyediakan lingkungan yang memungkinkan sumber-sumber tersebut terberdayakan. Untuk itu, pustakawan sekolah dituntut untuk ikut melibatkan diri dalam kegiatan penggunanya.
Pengguna terbesar di perpustakan sekolah adalah siswa. Siswa adalah sasaran utama dari fungsi perpustakaan sekolah. Bagus tidaknya sebuah perpustakaan sekolah dapat dilihat dari cara siswanya memanfaatkannya. Siswa tentu saja sangat bergantung dengan aktivitas yang dilakukan guru. Seringkali guru sendiri tidak paham cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah. Hal ini seringkali menjadi hambatan bagi perpustakaan sekolah untuk berkembang. Di lain pihak pustakawan sekolah juga tidak tahu bagaimana ia harus bersikap dalam menghadapi situasi ini. Padahal apabila kedua belah pihak dapat saling memahami posisinya dan dapat bersinergi, perpustakaan sekolah tidak lagi hanya menjadi kumpulan sumber, melainkan pusat aktivitas bagi masyarakat sekolah.
APISI bermaksud membahas permasalahan ini dengan mempertemukan guru dan pustakawan dalam satu forum rutin yaitu Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah (PIPS). PIPS sendiri sengaja dirancang untuk membahas isu terhangat di sekitar kepustakawanan sekolah serta mencari berbagai alternatif pemecahannya. Dalam PIPS yang ke-enam ini, APISI bermaksud melemparkan wacana seputar kolaborasi antara pustakawan dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Pengguna terbesar di perpustakan sekolah adalah siswa. Siswa adalah sasaran utama dari fungsi perpustakaan sekolah. Bagus tidaknya sebuah perpustakaan sekolah dapat dilihat dari cara siswanya memanfaatkannya. Siswa tentu saja sangat bergantung dengan aktivitas yang dilakukan guru. Seringkali guru sendiri tidak paham cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah. Hal ini seringkali menjadi hambatan bagi perpustakaan sekolah untuk berkembang. Di lain pihak pustakawan sekolah juga tidak tahu bagaimana ia harus bersikap dalam menghadapi situasi ini. Padahal apabila kedua belah pihak dapat saling memahami posisinya dan dapat bersinergi, perpustakaan sekolah tidak lagi hanya menjadi kumpulan sumber, melainkan pusat aktivitas bagi masyarakat sekolah.
APISI bermaksud membahas permasalahan ini dengan mempertemukan guru dan pustakawan dalam satu forum rutin yaitu Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah (PIPS). PIPS sendiri sengaja dirancang untuk membahas isu terhangat di sekitar kepustakawanan sekolah serta mencari berbagai alternatif pemecahannya. Dalam PIPS yang ke-enam ini, APISI bermaksud melemparkan wacana seputar kolaborasi antara pustakawan dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Tema Pertemuan: “Kolaborasi Guru dan Pustakawan”
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 September 2007
Pukul : 09.00-15.30 WIB
Tempat : Sekolah Al-Ikhlas Cipete – Jakarta
Adapun kegiatan ini terdiri dari dua sesi yaitu seminar dan workshop (pilihan peserta). Biaya kegiatan yaitu Rp. 75.000,- per-orang atau Rp 100.000,- untuk satu pasangan yang terdiri dari 1 pustakawan dan 1 guru (dalam satu sekolah). Biaya tersebut sudah termasuk makalah, makan siang, dan sertifikat.
Pendaftaran peserta dapat menghubungi Lira 021-93118433 atau Eko Wiyanti 0856 111 3983 selambat-lambatnya 4 September 2007 biaya dapat ditransfer ke BCA 899 002 3591 an. M.I. Eko Wiyanti.
Susunan Acara
08.30-08.59 Daftar ulang peserta dan Bazaar Buku Diskon
Susunan Acara
08.30-08.59 Daftar ulang peserta dan Bazaar Buku Diskon
09.00-09.14 Pembukaan dan Sambutan
09.15-09.19 Potong Tumpeng dalam Rangka HUT I APISI
09.30-09.59 Snack time
10.00-11.59 Sesi 1 Seminar “Kolaborasi Guru dan Pustakawan dalam Proses Belajar Mengajar”
Keynote Speaker: Nunny H. Budialenggana (sekolah Al-Ikhlas)
Pembicara 1 : Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar di Sekolah
Oleh Agus Sulistiyono (Konsultan Pendidikan dan Penulis)
Oleh Agus Sulistiyono (Konsultan Pendidikan dan Penulis)
Pembicara 2 : Kepustakawan Sekolah – Sebuah Cita-cita Bersama
Oleh Hanna Latuputty (Ketua Umum APISI)
Oleh Hanna Latuputty (Ketua Umum APISI)
Pembicara 3 : Guru dan Perpustakaan Sekolah – Pengalaman Menggelutinya
Oleh Ratna Tan (Guru dan Pustakawan – SPH Lippo Cikarang)
Oleh Ratna Tan (Guru dan Pustakawan – SPH Lippo Cikarang)
12.00-12.59 Istirahat Sholat, dan Makan Siang
13.00-14.59 Sesi 2 Workshop Bersama (Kelas Pilihan Peserta) :
Kelas A: Pengolahan Koleksi Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Dewi Retno (Secondary Library - British International School)
Oleh Dewi Retno (Secondary Library - British International School)
Kelas B: Aplikasi Salahsatu Model Information Literacy: Big-6 (25 orang)
Oleh Pustakawan Al-Izhar
Oleh Pustakawan Al-Izhar
Kelas C: Kegiatan Promosi Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Rahma – Pustakawan Internat Al-Kautsar
Oleh Rahma – Pustakawan Internat Al-Kautsar
Kelas D: Program Kerja dan Pendanaan Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Dhama Gustiar (Praktisi Kepustakawanan Sekolah – UPH)
Oleh Dhama Gustiar (Praktisi Kepustakawanan Sekolah – UPH)
15.00-15.30 Kesan-kesan dan Penutupan
Selamat untuk Mahmudin, Koordinator HUMAS APISI
Subject: [IASL-LINK] Press release: IASL Leadership Development Grants
For immediate release
LEADERSHIP DEVELOPMENT AWARDS
International Association of School Librarianship (IASL) Inc., Zillmere, Australia
Two emerging leaders in school librarianship, from developing countries, have been awarded travel grants by the International Association of School Librarianship. Both will be attending the 36th annual conference of the Association in Taipei in July. The awards provide a cash award of US $1,000 to first time IASL Conference delegates.The Jean Lowrie Leadership Development Award has been made to Ms. Naaz Kirmani from India. Naaz was identified by the Awards Panel for her leadership in the school to improve student learning as well as leading e-learning.
The Ken Haycock Leadership Development Award has been made to Mahmudin from Indonesia. Announcing the award, President Peter Genco commented on the challenges of developing efficient library services and beginning school library associations. Mahmudin manages and develops a new school library and is a committee member of e beginning school library association in Indonesia.
The International Association of School Librarianship comprises personal, association and institution members, from over 80 countries, committed to enabling young people to develop literary and cultural appreciation and to use information effectively through the improvement of school libraries and school library programs as a vital component of education. Information about membership and the awards program is available from the IASL Secretariat, P.O. Box 83, Zillmere, Queensland 4034, Australia (iasl@kb.com.au) and from its website: http://www.iasl-online.org
taken from: IASL-LINK@yahoogroups.com; on behalf of; kbonanno@bigpond.net.au
(posted by HL)
For immediate release
LEADERSHIP DEVELOPMENT AWARDS
International Association of School Librarianship (IASL) Inc., Zillmere, Australia
Two emerging leaders in school librarianship, from developing countries, have been awarded travel grants by the International Association of School Librarianship. Both will be attending the 36th annual conference of the Association in Taipei in July. The awards provide a cash award of US $1,000 to first time IASL Conference delegates.The Jean Lowrie Leadership Development Award has been made to Ms. Naaz Kirmani from India. Naaz was identified by the Awards Panel for her leadership in the school to improve student learning as well as leading e-learning.
The Ken Haycock Leadership Development Award has been made to Mahmudin from Indonesia. Announcing the award, President Peter Genco commented on the challenges of developing efficient library services and beginning school library associations. Mahmudin manages and develops a new school library and is a committee member of e beginning school library association in Indonesia.
The International Association of School Librarianship comprises personal, association and institution members, from over 80 countries, committed to enabling young people to develop literary and cultural appreciation and to use information effectively through the improvement of school libraries and school library programs as a vital component of education. Information about membership and the awards program is available from the IASL Secretariat, P.O. Box 83, Zillmere, Queensland 4034, Australia (iasl@kb.com.au) and from its website: http://www.iasl-online.org
taken from: IASL-LINK@yahoogroups.com; on behalf of; kbonanno@bigpond.net.au
(posted by HL)
Bengkel Menulis Bagi Pekerja Informasi Sekolah
Pada tanggal 9, 11 dan 13 Juli 2007, dengan dukungan penuh dari The British International School (BIS), Pak Putu Pendit datang ke BIS untuk menjadi coach pelatihan menulis bagi pekerja informasi BIS dan undangan. Menurut pak Putu, tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:
1. Mengembangkan minat, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menulis mengenai pekerjaan dan pengetahuan di bidang kepustakawanan dan informasi pada umumnya, dan profesionalisme pustakawan atau pekerja informasi sekolah pada khususnya.
2. Menghasilkan karya tulis dalam berbagai bentuk, terutama yang dapat meningkatkan pula profesionalisme pustakawan dan pekerja informasi sekolah.
3. Mengidentifikasi dan mengumpulkan tulisan yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan disebarluaskan melalui berbagai media (blog, majalah internal, jurnal, dan sebagainya)
Peserta sebetulnya dibatasi 10 orang. Dari BIS tercatat empat orang dan enam orang lainnya diberikan kepada pengurus APISI, koordinator wilayah dan anggota yang bisa komitmen hadir untuk tanggal di atas. Sayangnya, hanya satu anggota pengurus yang bisa. Total peserta menjadi lima orang. Sebetulnya, banyak teman dan undangan yang ingin sekali ikut pelatihan ini. Namun keterbatasan waktu, tempat dan kesibukan masing-masinglah yang akhirnya menghambat mereka untuk ikut berpartisipasi. Tidak banyak peserta yang ditargetkan memang, hal ini untuk memaksimalkan waktu dan pemantauan hasil kerja menulis peserta.
Alhasil sekian artikel pun lahirlah. Ingin tahu seperti apa gaya tulisan peserta hasil 15 jam godogan pak Putu? Ada dua cara:
- melalui sebuah blog yang sebentar lagi akan di launch!
- melalui Buletin APISI yang juga akan di launch bulan Agustus nanti.
Penasaran? Sabar ya!!
(posted by HL)
1. Mengembangkan minat, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menulis mengenai pekerjaan dan pengetahuan di bidang kepustakawanan dan informasi pada umumnya, dan profesionalisme pustakawan atau pekerja informasi sekolah pada khususnya.
2. Menghasilkan karya tulis dalam berbagai bentuk, terutama yang dapat meningkatkan pula profesionalisme pustakawan dan pekerja informasi sekolah.
3. Mengidentifikasi dan mengumpulkan tulisan yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan disebarluaskan melalui berbagai media (blog, majalah internal, jurnal, dan sebagainya)
Peserta sebetulnya dibatasi 10 orang. Dari BIS tercatat empat orang dan enam orang lainnya diberikan kepada pengurus APISI, koordinator wilayah dan anggota yang bisa komitmen hadir untuk tanggal di atas. Sayangnya, hanya satu anggota pengurus yang bisa. Total peserta menjadi lima orang. Sebetulnya, banyak teman dan undangan yang ingin sekali ikut pelatihan ini. Namun keterbatasan waktu, tempat dan kesibukan masing-masinglah yang akhirnya menghambat mereka untuk ikut berpartisipasi. Tidak banyak peserta yang ditargetkan memang, hal ini untuk memaksimalkan waktu dan pemantauan hasil kerja menulis peserta.
Alhasil sekian artikel pun lahirlah. Ingin tahu seperti apa gaya tulisan peserta hasil 15 jam godogan pak Putu? Ada dua cara:
- melalui sebuah blog yang sebentar lagi akan di launch!
Blog ini nantinya diharapkan sebagai pemicu, bukan saja bagi ke-lima peserta yang hadir tapi juga mereka yang ingin mengembangkan potensi menulis mereka. Rasanya ilmu-nya akan mudah divirusi kok. :)
- melalui Buletin APISI yang juga akan di launch bulan Agustus nanti.
Penasaran? Sabar ya!!
(posted by HL)
APISI - KALI Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0
*Athenaeum Light 6.0?*
Athenaeum Light 6.0 adalah sebuah perangkat lunak "gratisan" untuk mengelola Data [Buku dan Dokumen lain ] yang diproduksi oleh Sumware Consulting. Meskipun Athenaeum adalah program gratisan namun kelengkapan fasilitas atau fitur yang dimiliki dapat menjadi pertimbangan sebagai sebuah database yang anda gunakan diperpustakaan anda. Fasilitas atau fitur-fitur yang dimiliki Athenaeum Light 6.0 antara lain:
- Sebagai Pangkalan Data Buku/Dokumen lain (Collection)
- Menu Peminjaman
- Menu Pengembalian
- Menu Laporan
- Pembuatan Label Buku, Label Barcode, statistik, stock opname
- dll
Di samping kelengkapan fasilitas tersebut, satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri buat Athenaeum yakni Athenaeum light 6.0, dikemas secara freescript, artinya code atau formula di dalamnya tidak ditutup oleh pembuatnya. Hal ini memudahkan para pemakainya untuk memperbaiki, memodifikasi, tampilan field, bahasa, relasi data sesuai kebutuhan masing-masing. Akhirnya anda dapat membuat database dengan tampilan sesuai keinginan anda atau sekolah Anda. Sebagai upaya pengembangan kepustakawanan sekolah, APISI bermaksud mempopulerkan penggunaan Athenaeum Light 6.0 yang telah dikembangkan oleh Komunitas Athenaeum Light Indonesia [KALI], ke dalam bahasa Indonesia, sebagai salah satu solusi dari mahalnya harga software perpustakaan.
APISI - KALI Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0
Acara dilaksanakan pada:
Hari/tanggal: Sabtu, 24 Maret 2007
Tempat: SMAN 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Biaya: Rp 300.000,-
Informasi dan pendaftaran hubungi Dape 021 93053734 atau Sulfan 0818825858 atau ke suratapisi@gmail.com Tempat terbatas!
Hari/tgl : Sabtu, 26 Mei 2007
Waktu : 09.00 s.d 15.00
Tempat : Lab. Komputer – Gedung Mother Theresa
Sekolah Santa Laurensia Jl. Sutera Utama no 1
Perumahan Alam Sutera .Serpong - Banten
Peserta :
Pengelola Perpustakaan diharapkan bisa menjalankan komputer, minimal MSOffice
[Word dan Excel].
Biaya : Rp. 300.000/orang (tanggal 7-20 Mei 2007)
Rp. 350.000/orang (tanggal 21-24 Mei 2007)
Diskon 20% bagi anggota APISI
Materi workshop Athenaeum Light 6.0
Sesi I :
- Instalasi software
- Menjalankan software
- Utility, laporan, label, barcode ,back up data
Sesi II :
- Mengenal Filemaker Pro 6.0
- Modifikasi Athenaeum with FM. 6.0
Fasilitas Peserta
1. CD-ROM [software dan materi workshop]
2. Manual
3. Konsumsi[makan siang & snack]
4. Sertifikat
Peserta terbatas!
Cara Pendaftaran:
Transfer biaya workshop ke rekening a.nDwi Retno Widaty,
Bank Mandiri Cab. MT. Haryono,
No. Rek. 070-00-0205037-0.
Pembayaran paling lambat hari Kamis, 24 Mei 2007.
Bukti pembayaran dan formulir peserta di bawa pada waktu pelaksanaan acara.
Bagi yang memiliki e-mail diharapkan mengirimkan konfirmasi pembayaran dan formulir peserta pelatihan ke * cino@bis.or.id.**
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dwi Retno Widaty (021-93763846)
Acara ini terselenggara atas kerjasama APISI - KALI dan Sekolah Santa Laurensia http://www.apisionline.blogspot.com/ , http://kali-indonesia.blogspot.com
----------------------------------potong disini----------------------------------------------
FORMULIR PESERTA APISI-KALI WORKSHOP ATHENAEUM LIGHT 6.0
KEPADA :Panitia Training Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0
NAMA LENGKAP:
TEMPAT/TGL LAHIR:
ALAMAT :
PEKERJAAN:
ALAMAT KANTOR:
NO. TELEPON:
HP:
Menyatakan bersedia menjadi peserta Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0 yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 Mei 2007.
Tanda tangan & Nama jelas(...................................................)
(posted by hl)
Athenaeum Light 6.0 adalah sebuah perangkat lunak "gratisan" untuk mengelola Data [Buku dan Dokumen lain ] yang diproduksi oleh Sumware Consulting. Meskipun Athenaeum adalah program gratisan namun kelengkapan fasilitas atau fitur yang dimiliki dapat menjadi pertimbangan sebagai sebuah database yang anda gunakan diperpustakaan anda. Fasilitas atau fitur-fitur yang dimiliki Athenaeum Light 6.0 antara lain:
- Sebagai Pangkalan Data Buku/Dokumen lain (Collection)
- Menu Peminjaman
- Menu Pengembalian
- Menu Laporan
- Pembuatan Label Buku, Label Barcode, statistik, stock opname
- dll
Di samping kelengkapan fasilitas tersebut, satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri buat Athenaeum yakni Athenaeum light 6.0, dikemas secara freescript, artinya code atau formula di dalamnya tidak ditutup oleh pembuatnya. Hal ini memudahkan para pemakainya untuk memperbaiki, memodifikasi, tampilan field, bahasa, relasi data sesuai kebutuhan masing-masing. Akhirnya anda dapat membuat database dengan tampilan sesuai keinginan anda atau sekolah Anda. Sebagai upaya pengembangan kepustakawanan sekolah, APISI bermaksud mempopulerkan penggunaan Athenaeum Light 6.0 yang telah dikembangkan oleh Komunitas Athenaeum Light Indonesia [KALI], ke dalam bahasa Indonesia, sebagai salah satu solusi dari mahalnya harga software perpustakaan.
APISI - KALI Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0
Acara dilaksanakan pada:
Hari/tanggal: Sabtu, 24 Maret 2007
Tempat: SMAN 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Biaya: Rp 300.000,-
Informasi dan pendaftaran hubungi Dape 021 93053734 atau Sulfan 0818825858 atau ke suratapisi@gmail.com Tempat terbatas!
Hari/tgl : Sabtu, 26 Mei 2007
Waktu : 09.00 s.d 15.00
Tempat : Lab. Komputer – Gedung Mother Theresa
Sekolah Santa Laurensia Jl. Sutera Utama no 1
Perumahan Alam Sutera .Serpong - Banten
Peserta :
Pengelola Perpustakaan diharapkan bisa menjalankan komputer, minimal MSOffice
[Word dan Excel].
Biaya : Rp. 300.000/orang (tanggal 7-20 Mei 2007)
Rp. 350.000/orang (tanggal 21-24 Mei 2007)
Diskon 20% bagi anggota APISI
Materi workshop Athenaeum Light 6.0
Sesi I :
- Instalasi software
- Menjalankan software
- Utility, laporan, label, barcode ,back up data
Sesi II :
- Mengenal Filemaker Pro 6.0
- Modifikasi Athenaeum with FM. 6.0
Fasilitas Peserta
1. CD-ROM [software dan materi workshop]
2. Manual
3. Konsumsi[makan siang & snack]
4. Sertifikat
Peserta terbatas!
Cara Pendaftaran:
Transfer biaya workshop ke rekening a.nDwi Retno Widaty,
Bank Mandiri Cab. MT. Haryono,
No. Rek. 070-00-0205037-0.
Pembayaran paling lambat hari Kamis, 24 Mei 2007.
Bukti pembayaran dan formulir peserta di bawa pada waktu pelaksanaan acara.
Bagi yang memiliki e-mail diharapkan mengirimkan konfirmasi pembayaran dan formulir peserta pelatihan ke * cino@bis.or.id.**
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dwi Retno Widaty (021-93763846)
Acara ini terselenggara atas kerjasama APISI - KALI dan Sekolah Santa Laurensia http://www.apisionline.blogspot.com/ , http://kali-indonesia.blogspot.com
----------------------------------potong disini----------------------------------------------
FORMULIR PESERTA APISI-KALI WORKSHOP ATHENAEUM LIGHT 6.0
KEPADA :Panitia Training Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0
NAMA LENGKAP:
TEMPAT/TGL LAHIR:
ALAMAT :
PEKERJAAN:
ALAMAT KANTOR:
NO. TELEPON:
HP:
Menyatakan bersedia menjadi peserta Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0 yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 Mei 2007.
Tanda tangan & Nama jelas(...................................................)
(posted by hl)
World Book Day dan Sumbang Buku
Sumbangan Buku untuk Sekolah dari HMI-Utrecht dan APISI
Himpunan Mahasiswa Indonesia di Utrecht (HMI-Utrecht) dan Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) bekerjasama untuk membantu pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia. Kerjasama yang dilakukan yaitu berupa sumbangan buku untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bantuan berupa buku-buku untuk koleksi perpustakaan tersebut diberikan ke SDN I Legokherang-Kuningan dan SD Perguruan Rakyat 2 Jakarta Timur. Buku-buku tersebut akan diserahkan secara resmi pada hari Sabtu, 28 April 2007 pukul 13.30 dalam rangkaian acara perayaan World Book Day 2007 di Plasa Gedung A Depdiknas Jakarta.
Dana pembelian buku sumbangan sendiri merupakan hasil pengumpulan dana dalam acara Indonesian Day yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 9 Maret 2007 di Belanda. Pemilihan sekolah dilakukan oleh APISI dan HIM-Utrecht dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi perpustakaan sekolah tersebut. Buku-buku yang disumbangkan terdiri dari ensiklopedi, kamus, atlas, buku fiksi, buku non-fiksi, dan buku untuk pengembangan guru. APISI merancang pembelian buku sumbangan tersebut berdasarkan standar minimal perpustakaan sekolah dan standar kelayakan baca buku anak.
APISI sendiri akan melakukan pengontrolan dan pembinaan pasca sumbangan terhadap sekolah yang mendapatkan bantuan dalam kerjasama ini.
HMI-Utrecht dan APISI berharap program kerjasama ini dapat berlanjut sehingga semakin banyak perpustakaan sekolah yang dapat merasakan manfaatnya. (posted by hl)
Himpunan Mahasiswa Indonesia di Utrecht (HMI-Utrecht) dan Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) bekerjasama untuk membantu pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia. Kerjasama yang dilakukan yaitu berupa sumbangan buku untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bantuan berupa buku-buku untuk koleksi perpustakaan tersebut diberikan ke SDN I Legokherang-Kuningan dan SD Perguruan Rakyat 2 Jakarta Timur. Buku-buku tersebut akan diserahkan secara resmi pada hari Sabtu, 28 April 2007 pukul 13.30 dalam rangkaian acara perayaan World Book Day 2007 di Plasa Gedung A Depdiknas Jakarta.
Dana pembelian buku sumbangan sendiri merupakan hasil pengumpulan dana dalam acara Indonesian Day yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 9 Maret 2007 di Belanda. Pemilihan sekolah dilakukan oleh APISI dan HIM-Utrecht dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi perpustakaan sekolah tersebut. Buku-buku yang disumbangkan terdiri dari ensiklopedi, kamus, atlas, buku fiksi, buku non-fiksi, dan buku untuk pengembangan guru. APISI merancang pembelian buku sumbangan tersebut berdasarkan standar minimal perpustakaan sekolah dan standar kelayakan baca buku anak.
APISI sendiri akan melakukan pengontrolan dan pembinaan pasca sumbangan terhadap sekolah yang mendapatkan bantuan dalam kerjasama ini.
HMI-Utrecht dan APISI berharap program kerjasama ini dapat berlanjut sehingga semakin banyak perpustakaan sekolah yang dapat merasakan manfaatnya. (posted by hl)
Subscribe to:
Posts (Atom)