PIPS ke- 6 di Sekolah Al-Iklas

Dalam rangka perayaan HUT-nya yang pertama, APISI akan mengadakan PIPS ke 6. Kali ini APISI ingin mengajak para pendidik untuk duduk bersama dan berkolaborasi dalam rangka meningkatkan pelayanan perpustakaan bagi komunitas sekolah.
Pastikan kehadiran rekan-rekan di acara ini ya!!!
Berikut ini informasi detailnya.
-------------------------------
Perpustakaan sekolah seringkali tidak termanfaatkan dengan optimal. Hal ini disebabkan karena cara pandang masyarakat sekolah yang sekedar menganggap perpustakaan sebagai sebuah sarana. Sebagai penyedia sumber belajar, seharusnya Perpustakaan Sekolah juga menyediakan lingkungan yang memungkinkan sumber-sumber tersebut terberdayakan. Untuk itu, pustakawan sekolah dituntut untuk ikut melibatkan diri dalam kegiatan penggunanya.
Pengguna terbesar di perpustakan sekolah adalah siswa. Siswa adalah sasaran utama dari fungsi perpustakaan sekolah. Bagus tidaknya sebuah perpustakaan sekolah dapat dilihat dari cara siswanya memanfaatkannya. Siswa tentu saja sangat bergantung dengan aktivitas yang dilakukan guru. Seringkali guru sendiri tidak paham cara mengoptimalkan perpustakaan sekolah. Hal ini seringkali menjadi hambatan bagi perpustakaan sekolah untuk berkembang. Di lain pihak pustakawan sekolah juga tidak tahu bagaimana ia harus bersikap dalam menghadapi situasi ini. Padahal apabila kedua belah pihak dapat saling memahami posisinya dan dapat bersinergi, perpustakaan sekolah tidak lagi hanya menjadi kumpulan sumber, melainkan pusat aktivitas bagi masyarakat sekolah.
APISI bermaksud membahas permasalahan ini dengan mempertemukan guru dan pustakawan dalam satu forum rutin yaitu Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah (PIPS). PIPS sendiri sengaja dirancang untuk membahas isu terhangat di sekitar kepustakawanan sekolah serta mencari berbagai alternatif pemecahannya. Dalam PIPS yang ke-enam ini, APISI bermaksud melemparkan wacana seputar kolaborasi antara pustakawan dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
Tema Pertemuan: “Kolaborasi Guru dan Pustakawan”
Hari/Tanggal : Sabtu, 8 September 2007
Pukul : 09.00-15.30 WIB
Tempat : Sekolah Al-Ikhlas Cipete – Jakarta
Adapun kegiatan ini terdiri dari dua sesi yaitu seminar dan workshop (pilihan peserta). Biaya kegiatan yaitu Rp. 75.000,- per-orang atau Rp 100.000,- untuk satu pasangan yang terdiri dari 1 pustakawan dan 1 guru (dalam satu sekolah). Biaya tersebut sudah termasuk makalah, makan siang, dan sertifikat.
Pendaftaran peserta dapat menghubungi Lira 021-93118433 atau Eko Wiyanti 0856 111 3983 selambat-lambatnya 4 September 2007 biaya dapat ditransfer ke BCA 899 002 3591 an. M.I. Eko Wiyanti.

Susunan Acara

08.30-08.59 Daftar ulang peserta dan Bazaar Buku Diskon

09.00-09.14 Pembukaan dan Sambutan
09.15-09.19 Potong Tumpeng dalam Rangka HUT I APISI
09.30-09.59 Snack time
10.00-11.59 Sesi 1 Seminar “Kolaborasi Guru dan Pustakawan dalam Proses Belajar Mengajar”
Keynote Speaker: Nunny H. Budialenggana (sekolah Al-Ikhlas)
Pembicara 1 : Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Belajar di Sekolah
Oleh Agus Sulistiyono (Konsultan Pendidikan dan Penulis)
Pembicara 2 : Kepustakawan Sekolah – Sebuah Cita-cita Bersama
Oleh Hanna Latuputty (Ketua Umum APISI)
Pembicara 3 : Guru dan Perpustakaan Sekolah – Pengalaman Menggelutinya
Oleh Ratna Tan (Guru dan Pustakawan – SPH Lippo Cikarang)
12.00-12.59 Istirahat Sholat, dan Makan Siang
13.00-14.59 Sesi 2 Workshop Bersama (Kelas Pilihan Peserta) :
Kelas A: Pengolahan Koleksi Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Dewi Retno (Secondary Library - British International School)
Kelas B: Aplikasi Salahsatu Model Information Literacy: Big-6 (25 orang)
Oleh Pustakawan Al-Izhar
Kelas C: Kegiatan Promosi Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Rahma – Pustakawan Internat Al-Kautsar
Kelas D: Program Kerja dan Pendanaan Perpustakaan Sekolah (25 orang)
Oleh Dhama Gustiar (Praktisi Kepustakawanan Sekolah – UPH)
15.00-15.30 Kesan-kesan dan Penutupan

Selamat untuk Mahmudin, Koordinator HUMAS APISI

Subject: [IASL-LINK] Press release: IASL Leadership Development Grants

For immediate release

LEADERSHIP DEVELOPMENT AWARDS
International Association of School Librarianship (IASL) Inc., Zillmere, Australia

Two emerging leaders in school librarianship, from developing countries, have been awarded travel grants by the International Association of School Librarianship. Both will be attending the 36th annual conference of the Association in Taipei in July. The awards provide a cash award of US $1,000 to first time IASL Conference delegates.The Jean Lowrie Leadership Development Award has been made to Ms. Naaz Kirmani from India. Naaz was identified by the Awards Panel for her leadership in the school to improve student learning as well as leading e-learning.

The Ken Haycock Leadership Development Award has been made to Mahmudin from Indonesia. Announcing the award, President Peter Genco commented on the challenges of developing efficient library services and beginning school library associations. Mahmudin manages and develops a new school library and is a committee member of e beginning school library association in Indonesia.

The International Association of School Librarianship comprises personal, association and institution members, from over 80 countries, committed to enabling young people to develop literary and cultural appreciation and to use information effectively through the improvement of school libraries and school library programs as a vital component of education. Information about membership and the awards program is available from the IASL Secretariat, P.O. Box 83, Zillmere, Queensland 4034, Australia (iasl@kb.com.au) and from its website: http://www.iasl-online.org

taken from: IASL-LINK@yahoogroups.com; on behalf of; kbonanno@bigpond.net.au
(posted by HL)

Bengkel Menulis Bagi Pekerja Informasi Sekolah

Pada tanggal 9, 11 dan 13 Juli 2007, dengan dukungan penuh dari The British International School (BIS), Pak Putu Pendit datang ke BIS untuk menjadi coach pelatihan menulis bagi pekerja informasi BIS dan undangan. Menurut pak Putu, tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah:

1. Mengembangkan minat, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam menulis mengenai pekerjaan dan pengetahuan di bidang kepustakawanan dan informasi pada umumnya, dan profesionalisme pustakawan atau pekerja informasi sekolah pada khususnya.

2. Menghasilkan karya tulis dalam berbagai bentuk, terutama yang dapat meningkatkan pula profesionalisme pustakawan dan pekerja informasi sekolah.

3. Mengidentifikasi dan mengumpulkan tulisan yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan disebarluaskan melalui berbagai media (blog, majalah internal, jurnal, dan sebagainya)

Peserta sebetulnya dibatasi 10 orang. Dari BIS tercatat empat orang dan enam orang lainnya diberikan kepada pengurus APISI, koordinator wilayah dan anggota yang bisa komitmen hadir untuk tanggal di atas. Sayangnya, hanya satu anggota pengurus yang bisa. Total peserta menjadi lima orang. Sebetulnya, banyak teman dan undangan yang ingin sekali ikut pelatihan ini. Namun keterbatasan waktu, tempat dan kesibukan masing-masinglah yang akhirnya menghambat mereka untuk ikut berpartisipasi. Tidak banyak peserta yang ditargetkan memang, hal ini untuk memaksimalkan waktu dan pemantauan hasil kerja menulis peserta.
Alhasil sekian artikel pun lahirlah. Ingin tahu seperti apa gaya tulisan peserta hasil 15 jam godogan pak Putu? Ada dua cara:

- melalui sebuah blog yang sebentar lagi akan di launch!
Blog ini nantinya diharapkan sebagai pemicu, bukan saja bagi ke-lima peserta yang hadir tapi juga mereka yang ingin mengembangkan potensi menulis mereka. Rasanya ilmu-nya akan mudah divirusi kok. :)

- melalui Buletin APISI yang juga akan di launch bulan Agustus nanti.

Penasaran? Sabar ya!!

(posted by HL)

APISI - KALI Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0

*Athenaeum Light 6.0?*
Athenaeum Light 6.0 adalah sebuah perangkat lunak "gratisan" untuk mengelola Data [Buku dan Dokumen lain ] yang diproduksi oleh Sumware Consulting. Meskipun Athenaeum adalah program gratisan namun kelengkapan fasilitas atau fitur yang dimiliki dapat menjadi pertimbangan sebagai sebuah database yang anda gunakan diperpustakaan anda. Fasilitas atau fitur-fitur yang dimiliki Athenaeum Light 6.0 antara lain:
- Sebagai Pangkalan Data Buku/Dokumen lain (Collection)
- Menu Peminjaman
- Menu Pengembalian
- Menu Laporan
- Pembuatan Label Buku, Label Barcode, statistik, stock opname
- dll
Di samping kelengkapan fasilitas tersebut, satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri buat Athenaeum yakni Athenaeum light 6.0, dikemas secara freescript, artinya code atau formula di dalamnya tidak ditutup oleh pembuatnya. Hal ini memudahkan para pemakainya untuk memperbaiki, memodifikasi, tampilan field, bahasa, relasi data sesuai kebutuhan masing-masing. Akhirnya anda dapat membuat database dengan tampilan sesuai keinginan anda atau sekolah Anda. Sebagai upaya pengembangan kepustakawanan sekolah, APISI bermaksud mempopulerkan penggunaan Athenaeum Light 6.0 yang telah dikembangkan oleh Komunitas Athenaeum Light Indonesia [KALI], ke dalam bahasa Indonesia, sebagai salah satu solusi dari mahalnya harga software perpustakaan.

APISI - KALI Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0

Acara dilaksanakan pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 24 Maret 2007
Tempat: SMAN 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Biaya: Rp 300.000,-
Informasi dan pendaftaran hubungi Dape 021 93053734 atau Sulfan 0818825858 atau ke suratapisi@gmail.com Tempat terbatas!

Hari/tgl : Sabtu, 26 Mei 2007
Waktu : 09.00 s.d 15.00
Tempat : Lab. Komputer – Gedung Mother Theresa
Sekolah Santa Laurensia Jl. Sutera Utama no 1
Perumahan Alam Sutera .Serpong - Banten
Peserta :
Pengelola Perpustakaan diharapkan bisa menjalankan komputer, minimal MSOffice
[Word dan Excel].

Biaya : Rp. 300.000/orang (tanggal 7-20 Mei 2007)
Rp. 350.000/orang (tanggal 21-24 Mei 2007)
Diskon 20% bagi anggota APISI

Materi workshop Athenaeum Light 6.0
Sesi I :
- Instalasi software
- Menjalankan software
- Utility, laporan, label, barcode ,back up data

Sesi II :
- Mengenal Filemaker Pro 6.0
- Modifikasi Athenaeum with FM. 6.0

Fasilitas Peserta
1. CD-ROM [software dan materi workshop]
2. Manual
3. Konsumsi[makan siang & snack]
4. Sertifikat

Peserta terbatas!

Cara Pendaftaran:
Transfer biaya workshop ke rekening a.nDwi Retno Widaty,
Bank Mandiri Cab. MT. Haryono,
No. Rek. 070-00-0205037-0.

Pembayaran paling lambat hari Kamis, 24 Mei 2007.

Bukti pembayaran dan formulir peserta di bawa pada waktu pelaksanaan acara.
Bagi yang memiliki e-mail diharapkan mengirimkan konfirmasi pembayaran dan formulir peserta pelatihan ke * cino@bis.or.id.**

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dwi Retno Widaty (021-93763846)

Acara ini terselenggara atas kerjasama APISI - KALI dan Sekolah Santa Laurensia http://www.apisionline.blogspot.com/ , http://kali-indonesia.blogspot.com

----------------------------------potong disini----------------------------------------------

FORMULIR PESERTA APISI-KALI WORKSHOP ATHENAEUM LIGHT 6.0

KEPADA :Panitia Training Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0
NAMA LENGKAP:
TEMPAT/TGL LAHIR:
ALAMAT :
PEKERJAAN:
ALAMAT KANTOR:
NO. TELEPON:
HP:

Menyatakan bersedia menjadi peserta Workshop Software Perpustakaan Athenaeum Light 6.0 yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 Mei 2007.



Tanda tangan & Nama jelas(...................................................)

(posted by hl)

World Book Day dan Sumbang Buku

Sumbangan Buku untuk Sekolah dari HMI-Utrecht dan APISI

Himpunan Mahasiswa Indonesia di Utrecht (HMI-Utrecht) dan Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) bekerjasama untuk membantu pengembangan perpustakaan sekolah di Indonesia. Kerjasama yang dilakukan yaitu berupa sumbangan buku untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bantuan berupa buku-buku untuk koleksi perpustakaan tersebut diberikan ke SDN I Legokherang-Kuningan dan SD Perguruan Rakyat 2 Jakarta Timur. Buku-buku tersebut akan diserahkan secara resmi pada hari Sabtu, 28 April 2007 pukul 13.30 dalam rangkaian acara perayaan World Book Day 2007 di Plasa Gedung A Depdiknas Jakarta.

Dana pembelian buku sumbangan sendiri merupakan hasil pengumpulan dana dalam acara Indonesian Day yang diadakan pada hari Jum’at tanggal 9 Maret 2007 di Belanda. Pemilihan sekolah dilakukan oleh APISI dan HIM-Utrecht dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi perpustakaan sekolah tersebut. Buku-buku yang disumbangkan terdiri dari ensiklopedi, kamus, atlas, buku fiksi, buku non-fiksi, dan buku untuk pengembangan guru. APISI merancang pembelian buku sumbangan tersebut berdasarkan standar minimal perpustakaan sekolah dan standar kelayakan baca buku anak.

APISI sendiri akan melakukan pengontrolan dan pembinaan pasca sumbangan terhadap sekolah yang mendapatkan bantuan dalam kerjasama ini.
HMI-Utrecht dan APISI berharap program kerjasama ini dapat berlanjut sehingga semakin banyak perpustakaan sekolah yang dapat merasakan manfaatnya. (posted by hl)

APISI di Jawa Timur: Pengenalan Literasi Informasi dan Library Software di Perpustakaan Sekolah

Pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 13 dan 14 April 2007, APISI bekerja sama dengan UK PETRA, KALI serta didukung oleh KKG, YPPI, IALF dan beberapa penerbit buku lainnya menyelenggarakan Seminar Perpustakaan Sekolah dengan tema Penerapan Literasi Informasi dan library software. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung T 503 Universitas Kristen PETRA dan dihadiri oleh lebih dari 80 peserta yang berasal dari 15 kota dan kabupaten Jawa Timur yaitu: Surabaya, Malang, Mojokerto, Ponorogo, Jember, Lumajang, Sidoarjo, Banyuwangi, Batu, Pandaan, Situbondo, Tuban, Pasuruan, Pamekasan, Bondowoso dan Sukabumi, Jawa Barat.

Pelaksanaan Acara
Acara dibuka oleh Bapak Aditya Nugraha, Kepala Perpustakaan UK PETRA yang mewakili para 'pembesar kampus' seperti rektor dan dekan yang sedang ada rapat kerja di luar kampus. Pembicara pertama yang membawakan materi adalah Drs Koeswarno (Kepala Bidang Pembinaan Badan Perpustakaan Propinsi Jawa Timur), Drs Achmad, MA (Kepala Perpustakaan ITS Surabaya), Ibu Arlinah Imam Rahardjo, MLIS (Dosen Informatic Departemet, UK PETRA dan juga pernah menjabat sebagai Kepala Perpustakaan PETRA) serta beberapa spesialis pembicara literasi informasi lainnya di Jakarta. Selain itu, pada kesempatan ini juga peserta belajar tentang penggunaan software perpustakaan yaitu Athenaeum Light (KALI) dan New Spektra (UK PETRA). Secara global, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kepustakawanan sekolah, khususnya kepala sekolah dan pembuat keputusan sekolah tentang pentingnya perpustakaan sekolah dan profesi pekerja informasi yang sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan pustakawan sekolah. Tentang profesi pekerja informasi sekolah, hal yang ingin ditekankan adalah bahwa mereka yang bekerja di perpustakaan sekolah bukan lagi semata-mata hanya mengurusi buku atau jenis media informasi lain, melainkan mereka mengemban tugas untuk mengelola informasi yang ada didalam perpustakaan sekolah itu, dalam berbagai bentuk yang ada, untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Itulah sebabnya saat ini APISI sedang gencar mempromosikan literasi informasi ke daerah-daerah, karena ketrampilan ini menjadi penting maknanya bagi peserta didik di sekolah. Literasi informasi adalah seperangkat ketrampilan untuk mendapatkan jalan keluar dari suatu masalah yang ada. Ketrampilan ini mencakup ketrampilan mengidentifikasi masalah, mencari informasi, menyortir, menyusun, memanfaatkan, mengkomunikasikan dan mengevaluasi hasil jawaban dari pertanyaan atau masalah yang dihadapi tadi. Penerapan kurikulum 2006 (KTSP) tidak lagi menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar anak, melainkan anak diarahkan untuk menjadi pembelajar yang dapat memecahkan permasalahannya sendiri dengan menggunakan sumber-sumber informasi yang ada. Dengan demikian, seiring dengan proses pembelajaran yang berorientasi pada sumber-sumber informasi tersebut, maka peserta didik diarahkan menjadi pembelajar seumur hidup, mandiri dalam memecahkan masalahnya serta nantinya menjadi warga negara yang bertanggung jawab.Bagi guru sendiri yang saat ini memiliki kebebasan dalam mengembangan silabus bidang studi yang diberikan kepada anak didik juga akan sangat terbantu jika ketersediaan informasi yang mendukung ada di perpustakaan. Hal ini akan sangat membantu mereka untuk memperluas wawasan dan mengembangkan ide-ide yang kreatif dan menarik yang dapat mereka terapkan dalam proses belajar mengajar.Itulah sebabnya, peran perpustakaan sekolah sangatlah penting dalam suatu sekolah. Hendaknya hal ini juga disadari penuh oleh para kepala sekolah, karena baik tidaknya keberadaan suatu perpustakaan sekolah akan mempengaruhi kompetensinya sebagai kepala sekolah dalam tugasnya mengembangkan sarana dan prasarana sekolahnya.

Dalam kesempatan seminar ini, ada dua model literasi informasi yang dikupas dan dibahas contoh aplikasi penerapannya yaitu Empowering 8 (sebuah model literasi informasi yang dikembangkan khusus oleh dan untuk negara-negara Asia) serta BIG 6™. Acara dibuka oleh pak Koeswarno yang berbicara tentang pemetaan situasi perpustakaan sekolah di Jawa Timur. Ternyata, keadaannya tidak jauh dari situasi umum kondisi perpustakaan sekolah di Indonesia pada umumnya, yaitu kurang berkembang dan kurang mendapat perhatian yang serius dari pihak manajemen sekolah. Meskipun juara pertama lomba pemilihan perpustakaan sekolah terbaik nasional yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional tahun 2006 lalu diraih oleh SMPN 5 Malang, Jawa Timur.­

Setelah memahami kondisi tersebut sesi selanjutnya berbicara tentang literasi informasi. Sesi awal dibawakan oleh Drs Achmad, MA yang berbicara tentang pentingnya ketrampilan literasi informasi di era global. Pengertian tentang literasi informasi ini kemudian lebih dipertegas lagi oleh Hanna Latuputty yang berbicara tentang apa itu literasi informasi, mengapa LI itu penting, bagaimana peranan perpustakaan sekolah dalam penerapan LI serta strategy pendekatan kepada kepala sekolah sebagai salah satu langkah pro aktif pekerja informasi sekolah dalam usaha pengembangan perpustakaannya.Selanjutnya, pembahasan tentang teori dan contoh aplikasi dua modul literasi informasi pun dibahas, yaitu Empowering 8 oleh Eko Wiyanti dan Sulfan Zayd dan Big 6 oleh Dhama Gustiar dan Tan Triwanti. Selain itu Ratna Tan membawakan sesi tentang aplikasi literasi informasi untuk Sekolah Dasar dengan sangat enerjik dan inspiring.Setelah kenyang dengan literasi informasi, sesi terakhir membahas topik library software. Didik Witono membahas aplikasi Athenaeum Light dan Teady Matius Surya Mulyana, M.Kom membahas New Spektra. Peserta membawa oleh-oleh software ini masing-masing.
Acara ditutup dengan perkenalan peserta dan panitia, serta pembagian 'evaluasi prize'!

Respond peserta
Secara umum, peserta merasa senang dengan seminar ini. Meskipun ada diantara mereka merasa seperti ‘dicekoki’ dan ‘dijejali’ topik – topik yang padat dalam waktu dua hari seminar. Niat panitia untuk menularkan semangat terus maju dan berpikir positif terhadap profesi, nampaknya membawa pengaruh positif pada peserta. Terbukti selama dua hari seminar, jumlah peserta tidak berkurang dan perhatian serta fokus peserta tidak menurun hingga acara ini selesai.KepanitiaanKomunikasi dan kerjasama yang sangat baik terjalin antara APISI , KALI dan UK PETRA dalam mempersiapan kontent acara serta persiapan dan pelaksanaan teknis. YPPI juga telah menjadi partner yang sangat membantu karena telah menanggung akomodasi panitia dan pembicara dari Jakarta serta lokal transport panitia. IALF juga memberi dukungan yang sangat berarti dengan memberikan seminar kit bagi peserta. PIPS 5 seperti PIPS -yang sudah menjadi trademark acara APISI- sebelumnya, acara ini merupakan sebuah kesempatan para peserta untuk berkumpul dan berjejaring. Maka APISI diharapkan dapat tetap mempertahankan ikatan jejaring komunitas pekerja informasi ini melalui pemberdayaan koordinator wilayah daerah. Nantinya diharapkan adanya keberlanjutan kegiatan APISI di daerah, sehingga apa yang sudah diawali dalam kegiatan seminar ini akan terus berkelanjutan dan bahkan berkembang. Saat ini baru terpilih seorang koordinator wilayah Malang yaitu Bambang HS Widayat dari Wesley International School.

Penutup

Perayaan acara perpustakaan sekolah dalam bentuk seminar ini telah berakhir. Rasanya kepenatan masih lekat terasa. Namun, semuanya terhapus saat melihat betapa positifnya respond peserta terhadap acara ini. Ternyata, keterbatasan dana bukan berarti penurunan kualitas sebuah acara. Acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara panitia dan pendukung acara. Sekali lagi terima kasih untuk UK PETRA, KALI, Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia, IALF, KKG –Grasindo, Paperback, Erlangga, Togamas, Prakarya Mandiri, Widyadara dan The British International School, Tangerang, Banten.

Harapan yang tak putus ingin selalu diwujudkan dari hari ke hari adalah:

“ Bersama kita membuat perubahan besar dalam dunia kepustakawanan Indonesia”

Hanna Latuputty
Ketua APISI
suratapisi@gmail.com
http://www.apisionline.blogspot.com/

Liputan Kegiatan APISI-PIPS 4

Berburu Buku Anak di PIPS 4

Pada tanggal 10 Maret 2007 lalu, APISI mengadakan Pertemuan Informal Pustakawan Sekolah ke-4 (PIPS 4) di Toko buku MP BookPoint. Dalam pertemuan ini dibahas tentang permasalahan seputar bacaan anak berbahasa Indonesia. Pembicara yang hadir yaitu Renny Yaniar (Penulis Bacaan Anak, redaktur Majalah Mombi), Mahmudin (Pustakawan Sekolah Cikal), Niken Suryatmini (Penerbit Grasindo). Pembicara saling melontarkan masalah-masalahnya yang berkaitan dengab buku anak.
Pustakawan Sekolah memaparkan berbagai kesulitannya dalam pengadaan buku anak berbahasa Indonesia. Permasalahan yang muncul berkisar di seputar sulitnya mencari buku bacaan anak berbahasa Indonesia yang memenuhi standar kebutuhan pengajaran. Di lain pihak penulis menganggap bahwa tidak terpenuhinya tuntutan sekolah oleh penulis, disebabkan karena penulis pun terkadang harus menyesuaikan diri dengan tuntutan penerbit, walaupun penulis sendiri mempunyai keteratrikan sendiri dalam satu tema tertentu. Sementara pihak penerbit melemparkan permasalahan bacaan anak melalu konflik antara buku laku versus buku bagus. Penerbit seringkali terbentur dengan pertimbangan untuk memilih buku bagus atau buku laku yang didahulukan untuk diterbitkan. Sementara menurut survey penerbit, pasar bacaan anak sendiri sangat kecil jumlahnya.
PIPS 4 dimulai pukul 09.30 pagi. Diskusi dalam PIPS 4 berlangsung cukup menarik namun tetap santai. Tidak kurang dari 30 peserta hadir memenuhi acara sampai sekitar pukul 13.00. Peserta terlihat antusias selama mengikuti acara, begitu juga saat berfoto. “Ceklek!” Sampai jumpa di PIPS berikutnya…(em)